MSCI mempertahankan status emerging market Indonesia

Smallest Font
Largest Font

MSCI mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai emerging market melalui MSCI Frontier Emerging Markets Index Annual Country Review 2026, Kamis (13/8). Pada saat yang sama, MSCI mengeluarkan 10 saham Indonesia dari indeks global dengan penerapan mulai penutupan 31 Agustus 2026.

Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan tidak ada perubahan daftar negara Emerging Markets yang masuk dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index sebagai hasil dari review tersebut.

"Tidak ada perubahan terhadap daftar negara Emerging Markets yang saat ini termasuk dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index sebagai hasil dari review ini," tulis MSCI dalam pengumumannya, Kamis (13/8).

MSCI juga menetapkan seluruh perubahan berlaku mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026.

"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," terangnya.

Penghapusan saham dilakukan dari kategori MSCI Global Standard Indexes dan Global Small Cap Indexes. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diturunkan statusnya dari semula Global Standard Indexes menjadi Global Small Cap Indexes.

Selain itu, MSCI mendepak sembilan saham dari Global Small Cap Indexes, yaitu PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Intertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Daftar berikutnya mencakup PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), sehingga total saham yang didepak menjadi 10.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed