Microsoft Naikkan Biaya Lisensi Windows 11 untuk Produsen PC
Lonjakan harga laptop dan komputer desktop Windows diproyeksikan akan makin memberatkan konsumen akibat langkah Microsoft menaikkan biaya lisensi sistem operasi Windows 11 kepada produsen PC. Kebijakan ini diterapkan di tengah krisis rantai pasok komponen global, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Kenaikan harga perangkat dipicu oleh penyesuaian tarif lisensi bulanan yang lebih tinggi dari kisaran normal. Selain biaya perangkat lunak, melonjaknya harga komponen seperti memori, penyimpanan, papan induk, dan prosesor turut menekan industri hingga tahun depan.
Seorang eksekutif vendor PC yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan tren penyesuaian tarif tahunan oleh pembuat perangkat lunak tersebut.
"Dulunya, biaya lisensi naik sekitar satu digit setiap tahun, tetapi mulai bulan Juli tahun ini, rata-rata kenaikannya mencapai 7% hingga 10%," tulis UDN dalam laporannya.
Eksekutif dari merek lain menjelaskan bahwa skema penentuan tarif lisensi dipengaruhi oleh spesifikasi prosesor yang digunakan pada perangkat.
Komputer yang mengusung prosesor berkinerja tinggi seperti Intel i7 dikenakan biaya lisensi yang lebih mahal dibandingkan dengan perangkat berprosesor Intel i5. Penyesuaian tarif tersebut mulai berdampak langsung pada harga jual produk di pasar ritel.
Sejumlah manufaktur seperti Asus dan Acer diperkirakan bakal menaikkan harga jual perangkat mereka hingga 5 persen pada kuartal ini. Produsen global lain seperti Dell, HP, dan Apple juga telah mengumumkan penyesuaian harga.
Lembaga riset IDC memprediksi pengapalan PC secara global akan mengalami penurunan sebesar 11 persen pada tahun ini. Penurunan pengiriman tersebut diperkirakan semakin tajam hingga mencapai 20 persen secara tahunan pada kuartal keempat tahun 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow