Mendag Sebut Tarif Dagang AS untuk Indonesia Turun ke 10 Persen
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat untuk Indonesia kini berada di kisaran 10 persen, turun dari penetapan resiprokal sebelumnya sebesar 18 persen, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (12/8/2026).
Penurunan tarif tersebut terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat menganulir kebijakan awal yang sempat mematok tarif sebesar 18 persen dari angka semula 19 persen. Keputusan tersebut memberlakukan tarif 10 persen bagi seluruh negara selama 150 hari hingga 24 Juli.
"Jadi kan resiprokal tarif setelah dianulir oleh MA, kemudian berlaku 10% selama 150 hari untuk semua negara. Itu berarti tanggal 24 Juli sudah selesai," ujar Budi Santoso di Kementerian Perdagangan, Rabu (12/8/2026).
Pasca penetapan sementara tersebut, pemerintah Amerika Serikat meluncurkan investigasi berdasarkan Section 301 yang berfokus pada isu kerja paksa dan produksi berlebih. Hasil penyelidikan terhadap sekitar 60 negara menghasilkan dua tingkatan tarif resmi, yakni 10 persen dan 12,5 persen.
"Indonesia dapat yang 10%, artinya ringan gitu ya. Kenapa? Karena Indonesia sudah mempunyai ART salah satunya, jadi sekarang yang berlaku per 24 juli ini adalah yang 10%," kata Budi.
Pemerintah Indonesia tetap mengupayakan penurunan bea masuk lebih lanjut hingga menyentuh angka nol persen melalui kesepakatan dagang. Indonesia mencatatkan kemajuan lebih cepat dalam pemenuhan Agreement on Reciprocal Trade dibanding negara kawasan seperti Thailand.
"Semua masih memang sudah ditetapkan Amerika ya, tapi kan kita juga selalu berusaha terus ya. Karena negara-negara lain sekarang masih mengejar ART (Agreement on Reciprocal Trade). Kita sudah selesai," tambah Mendag.
Dalam pertemuan dengan pejabat terkait, pihak Thailand mengonfirmasi masih memproses perundingan dengan pemerintah Amerika Serikat demi mengamankan kesepakatan ART pada akhir tahun.
"Negara lain seperti kemarin ketemu Thailand ya, Mendag Thailand bilang akhir tahun ini terus akan rapat dengan Amerika untuk mendapatkan ART. Sementara kita sudah selesai ya," ungkapnya.
Kementerian Perdagangan memastikan diplomasi ekonomi akan terus berjalan demi mengamankan tarif ekspor yang lebih menguntungkan bagi industri nasional.
"Kita akan mengejar untuk lebih banyak lagi mendapatkan apa namanya, tarif yang lebih bagus." tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow