Mendag Budi Santoso Bahas Pemanfaatan CEPA Bersama UEA di India

Smallest Font
Largest Font

Menteri Perdagangan Budi Santoso menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi pada Jumat (7/8/2026) di Jaipur, India. Pertemuan ini berfokus pada langkah optimalisasi pemanfaatan kerja sama Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kerja sama perdagangan ini telah berjalan tiga tahun sejak diberlakukan pada 1 September 2023. Nilai total perdagangan kedua negara pada periode Januari hingga Juni 2026 telah mencatatkan angka US$ 3,14 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 1,76 miliar dan impor US$ 1,38 miliar. Sementara pada 2025, total nilai perdagangan tercatat US$ 6,42 miliar dengan surplus untuk Indonesia mencapai US$ 1,63 miliar.

Komoditas utama yang dikirim Indonesia ke UEA meliputi perhiasan, lemak dan minyak nabati atau hewani, kendaraan beserta suku cadangnya, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja. Adapun impor Indonesia dari UEA mencakup perhiasan, garam, belerang, kapur, aluminium, senjata amunisi, dan produk plastik.

Peningkatan hubungan ekonomi tersebut menjadi fokus utama dalam pembicaraan kedua menteri.

"Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal," ujar Mendag Budi Santoso dalam keterangan tertulis.

Guna mendukung implementasi perjanjian tersebut, Indonesia dan UEA sebelumnya telah melaksanakan Joint Committee Meeting (JCM) pertama serta pertemuan komite pendukung pada 15-17 Oktober 2024. Forum tersebut menghasilkan kesepakatan tindak lanjut di bidang perdagangan barang, ekonomi Islam, dan kerja sama ekonomi.

"Saya berharap Joint Committee Meeting kedua tahun ini dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan seluruh isu implementasi yang masih tersisa dengan cepat. Saya percaya Indonesia dan UEA memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan manfaat IUAE-CEPA. Dengan meningkatnya pemanfaatan perjanjian, maka partisipasi dunia usaha akan semakin luas serta hubungan dagang dan investasi kedua negara akan semakin kuat," jelas Mendag Budi Santoso.

Beberapa isu teknis yang turut dibahas mencakup skema Tariff Rate Quota (TRQ), mekanisme transshipment, hingga perkembangan kasus antidumping produk kopolimer asal UEA.

"Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan perjanjian maupun prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara," tambah Mendag Budi Santoso.

Pihak UEA juga memberikan tanggapan terkait penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan IUAE-CEPA secara lebih optimal. Untuk itu, kami berencana membawa delegasi bisnis UEA ke Indonesia dan bertemu dengan pelaku usaha Indonesia. Kami harap, upaya ini dapat mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan melalui perjanjian ini," ujar Menteri Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed