Megawati Soroti Kebijakan BPJS Kesehatan dan Pengangguran
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kritik keras terkait kebijakan jaminan kesehatan dan tingginya angka pengangguran terdidik saat memimpin upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026), dilansir dari Investor Daily.
Sebagai Pembina Upacara di halaman Masjid At-Taufiq, Megawati secara khusus menyoroti keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dinilainya mulai dikutak-katik oleh pihak tertentu. Ia meminta Kementerian Kesehatan serta Kementerian Keuangan untuk tidak mengganggu program jaminan sosial tersebut dan justru menambah alokasi anggarannya.
"Lah bayangkan sekarang, saya bikin, saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai diutak-atik sepertinya apa? Kenapa? Padahal saya bikin itu bagi rakyat banyak, rakyat jelata, yang kalau sakit itu tidak mudah mencari uang," tegas Megawati dalam amanatnya.
Sikap kritis tersebut disampaikan Megawati mengingat pentingnya perlindungan sosial bagi masyarakat luas, khususnya bagi warga kurang mampu yang kerap kesulitan biaya pengobatan.
"Nah sekarang itu, eh tolong dengarkan ya Kementerian Kesehatan dan lain sebagainya, Keuangan, tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak," sambungnya.
Megawati menceritakan bahwa pembentukan BPJS semasa pemerintahannya didasari oleh empati mendalam saat melihat warga miskin kesulitan mengakses layanan medis di rumah sakit. Momen emosional itu dirasakannya saat bertemu seorang ibu yang menangis di rumah sakit karena tak sanggup membayar biaya pengobatan anaknya sebelum suaminya mendapatkan uang.
"Saya enggak cari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini menjual itu," tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama Megawati untuk menegaskan bahwa kewajiban utama pemerintah adalah memberikan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan. Selain jaminan kesehatan, Megawati menumpahkan kekhawatirannya terkait tingginya angka pengangguran di kalangan berpendidikan tinggi yang menurut pemberitaan mencapai satu juta orang.
"Bingung saya, karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta. Ke mana mereka? Ini sedang saya suruh urus untuk melihat sebetulnya apa yang terjadi," ungkapnya.
Menurut Megawati, pemenuhan layanan kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang layak merupakan jalan peradaban bangsa yang harus didukung oleh sistem politik dan negara hukum yang berkeadilan. Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju di Eropa dan Asia yang menempatkan pendidikan serta kesehatan rakyat sebagai prasyarat utama penguasaan sains dan teknologi.
"Pada usia Republik yang ke-81 ini, semua yang diimpikan Bung Karno harusnya sudah bisa dilaksanakan. Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berdiri dengan kuatnya," pungkas Megawati.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow