KAI Jelaskan Makna Istilah Tertemper dalam Kecelakaan Kereta Api

Smallest Font
Largest Font

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan operator perkeretaapian menggunakan istilah tertemper untuk menggambarkan insiden benturan antara rangkaian kereta api dengan orang, kendaraan, hewan, atau benda yang berada di jalur rel.

Penggunaan kata teknis ini bertujuan menjelaskan bahwa kereta api bergerak di lintasan khusus, sehingga tidak aktif keluar dari jalur untuk menabrak objek lain. Pemilihan kata ini juga menghindari kesan seolah kesalahan otomatis berada pada pihak masinis sebelum adanya penyelidikan resmi.

Objek yang terlibat dalam peristiwa temperan bervariasi, mulai dari pejalan kaki, sepeda motor, mobil di perlintasan sebidang, hingga benda asing di atas rel. Istilah ini berbeda dengan tabrakan antarkereta yang melibatkan dua rangkaian kereta api, maupun anjlok yang merujuk pada keluarnya roda kereta dari rel.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi mencatat kecelakaan perkeretaapian mencakup seluruh kejadian di jalur rel yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan. Faktor penyebab utama insiden di perlintasan sebidang umumnya dipicu oleh pelanggaran rambu lalu lintas atau kendaraan yang mengalami mogok di atas rel.

Karakteristik berat dan panjang rangkaian membuat kereta api membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibanding kendaraan darat biasa. Pengguna jalan diwajibkan mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi seluruh rambu keselamatan di perlintasan sebidang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed