Laba IMPC Melonjak 51 Persen Pada Semester I 2026
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 51 persen pada semester I-2026 menjadi Rp 447 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, emiten ini membukukan laba sebesar Rp 296 miliar, seperti dilansir dari Investor Daily. Pertumbuhan kinerja tersebut memicu perseroan merevisi naik target laba bersih tahun 2026 menjadi di atas Rp 800 miliar.
Langkah ini diambil seiring dengan tren perbaikan profitabilitas perusahaan yang terus berlanjut. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, pendapatan bersih IMPC hingga Juni 2026 mencapai Rp 2,5 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 29,7 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya sebesar Rp 1,9 triliun.
Akselerasi kinerja IMPC terlihat makin kuat pada kuartal II-2026. Laba bersih kuartalan melesat 70,3 persen secara tahunan menjadi Rp 244 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 33,9 persen menjadi Rp 1,3 triliun.
Direktur Utama Impack Pratama Industri Haryanto Tjiptodihardjo menyatakan bahwa hasil positif ini membuktikan ketahanan operasional perseroan. Efisiensi tetap terjaga meski harus berhadapan dengan hambatan rantai pasok dan dinamika geopolitik global. "Eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa ketidakpastian masih menjadi faktor yang perlu kami cermati. Kondisi tersebut masih memengaruhi kelancaran pasokan bahan baku serta proses normalisasi harga," ujar Haryanto dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Manajemen IMPC tetap memelihara optimisme hingga penutupan tahun. Perseroan memutuskan untuk mempertahankan target pendapatan tahun 2026 pada angka Rp 5,1 triliun dengan mempertimbangkan hasil realisasi semester pertama. Meskipun demikian, proyeksi laba bersih tahunan dinaikkan melampaui batas Rp 800 miliar. Revisi ini mencerminkan keyakinan internal terhadap kesinambungan margin keuntungan perusahaan di tengah volatilitas pasar.
"Memasuki semester kedua, kami tetap fokus menjaga kesinambungan operasional dan menjalankan strategi secara disiplin, sembari terus mencermati perkembangan eksternal dan menyesuaikan langkah terhadap dinamika pasar," kata Haryanto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow