Laba Bersih BTN Tumbuh 39,79 Persen Menjadi Rp 2,51 Triliun

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) meraup laba bersih konsolidasi sebesar Rp 2,51 triliun hingga Juli 2026. Capaian ini melonjak 39,79 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,8 triliun, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Minggu (30/8/2026).

Pertumbuhan kinerja keuangan emiten perbankan BUMN ini ditopang oleh efisiensi biaya pendanaan. Kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN tercatat tumbuh 11,88 persen menjadi Rp 421,6 triliun, sementara pendapatan bunga bersih naik 5,23 persen menjadi Rp 9,7 triliun.

Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali memberikan analisis mengenai kualitas lonjakan keuntungan yang diraih perseroan.

"Faktor utama yang menopang kinerja tersebut berasal dari penurunan beban bunga," kata Jason, Head of Research Pluang Maju Sekuritas.

Beban bunga BBTN menyusut 12,08 persen secara tahunan menjadi Rp 9,45 triliun, sehingga mendorong laba operasional melesat 43,1 persen menjadi Rp 3,24 triliun. Jason menilai pertumbuhan laba melalui efisiensi biaya dana memiliki kualitas lebih baik daripada bergantung pada ekspansi kredit berisiko.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 13,58 persen secara tahunan mencapai Rp 455,2 triliun hingga Juli 2026. Laju pertumbuhan DPK ini melampaui pertumbuhan penyaluran kredit di tengah pengetatan likuiditas perbankan sepanjang 2026.

Struktur DPK perseroan masih didominasi deposito sebesar Rp 241,4 triliun, disusul giro Rp 167,8 triliun, dan tabungan Rp 45,95 triliun. Komposisi ini membuka peluang penekanan biaya dana lebih lanjut jika porsi dana murah ditingkatkan.

Selain efisiensi pendanaan, BTN menerapkan strategi Beyond Mortgage untuk memperluas bisnis di luar KPR melalui integrasi ekosistem keuangan perumahan dan ekspansi ke segmen non-perumahan. Langkah ini mencakup akuisisi portofolio kredit pensiun serta pengembangan superapp Bale by BTN.

Meskipun demikian, Pluang Maju Sekuritas memberikan catatan terkait pendapatan bunga bersih yang tumbuh terbatas sebesar 5,23 persen. Tantangan lain mencakup risiko kualitas aset KPR subsidi akibat penurunan daya beli masyarakat, serta kebutuhan manajemen risiko baru untuk ekspansi non-perumahan.

Pluang Maju Sekuritas mempertanyakan kestabilan margin jika efisiensi biaya dana melambat sementara imbal hasil kredit tetap tertekan. Atas pertimbangan tersebut, lembaga sekuritas ini mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBTN dengan target harga Rp 1.500 dalam jangka waktu 12 bulan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed