KNKT Investigasi Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan penerbitan laporan investigasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi, Jawa Barat, dalam kurun waktu 3 hingga 4 minggu ke depan, seperti dilansir dari Detik Finance.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa penyusunan draf final laporan telah selesai dilakukan. KNKT kini tengah meminta tanggapan resmi dari pihak terkait, yaitu Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
"Draft finalnya sudah jadi, tinggal kita minta komentar dari pihak-pihak terkait seperti dari DJKA, dari KAI, dari KCI. Komentarnya apa terhadap draft laporan yang kita sudah selesaikan itu. Sehingga kita harapkan 3-4 minggu lagi laporan itu bisa kita selesaikan," ujar Soerjanto.
Dalam proses penyelidikan awal, lembaga investigasi keselamatan tersebut mengidentifikasi kendala pada visualisasi sinyal perkeretaapian. Lampu sinyal di lokasi kejadian dinilai serupa dengan penerangan permukiman warga di sekitar jalur kereta.
"Ya seperti masalah lampu sinyal yang sama dengan lampu rumah-rumah sama pasar itu yang sehingga membingungkan masinis untuk mengidentifikasi sinyalnya datar, miring, atau tegak gitu loh," ungkap Soerjanto.
Peristiwa ini melibatkan insiden KRL menabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85 yang menyebabkan rangkaian harus dievakuasi sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181. Dampaknya, KRL PLB 5568 diberhentikan di Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya tertabrak KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah mendukung penuh pemeriksaan independen yang dilakukan oleh pihak penyelamat keselamatan transportasi.
"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif," kata Dudy.
Penanganan darurat langsung dilakukan melalui pendirian posko tanggap darurat serta pembatasan rujukan operasional KRL yang sementara waktu dimaksimalkan hingga Stasiun Bekasi.
"Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api," beber Dudy.
Proses pendataan jumlah korban serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan hingga kini masih terus berjalan secara bertahap.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow