Kemensos dan TNI POLRI Perkuat Pembinaan Siswa Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial merangkul TNI dan Polri dalam memperkuat pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat melalui Program Bakti Taruna di Pacitan, Jawa Timur, sekaligus menyiapkan ekspansi hingga 250 gedung sekolah permanen pada tahun mendatang.
Penguatan kapasitas peserta didik di lingkungan berasrama tersebut berjalan beriringan dengan penambahan target cakupan daya tampung yang diproyeksikan mampu menjangkau sedikitnya 140 ribu siswa di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pengoperasian Sekolah Rakyat merupakan integrasi tugas seluruh unit kerja di kementeriannya demi mendukung program pengentasan kemiskinan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
"Ketika kita membahas Sekolah Rakyat, pada dasarnya adalah ini bisnis semua UKE, bisnis semua unit kerja. Karena di sana ada anak-anak yang perlu di rehabilitasi, karena memiliki masalah-masalah tertentu, karena di Sekolah Rakyat juga butuh pemberdayaan yang menjadi rangkaian dari perlindungan dan jaminan sosial," kata Saifullah Yusuf.
Integrasi kebijakan ini dirancang agar intervensi pemerintah tidak hanya menyasar anak didik di asrama, melainkan mencakup bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi pihak keluarga.
"Orang tuanya diberi perlindungan dan jaminan sosial, orang tuanya diberi PBI, orang tuanya direhabilitasi, orang tuanya didorong untuk bisa lebih berdaya, sehingga antara anak dan keluarganya menjadi kesatu-kesatuan untuk diintervensi secara bersama-sama agar mereka graduasi," ujar Saifullah Yusuf.
Guna menunjang perluasan fasilitas tersebut, kementerian menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan perencanaan pada proses pengadaan barang penunjang sarana pendidikan.
"Sekolah Rakyat ada target tambahan dari Presiden, kalau sekarang sudah 100 (Gedung), sekarang dalam proses itu 100 lagi sampai 150. Sehingga tahun depan itu ada (sekritis) 250 gedung permanen Sekolah Rakyat yang bisa menampung sekurang-kurangnya itu 140 ribu (siswa)," kata Saifullah Yusuf.
Perencanaan ketat juga diberlakukan pada sektor rekrutmen peserta didik dan transparansi penganggaran di tingkat pusat.
"Jadi sekarang ini memang nggak bisa main-main, nggak bisa kita otak-atik gitu loh, udah nggak jamannya lagi. Itu yang saya pesankan betul ini kepada seluruh tim pengadaan di Kementerian Sosial," kata Saifullah Yusuf.
Sementara di tingkat teknis lapangan, lima taruna Akademi Militer menerjunkan bimbingan langsung mengenai Peraturan Dinas Dalam dan materi wawasan kebangsaan kepada siswa SRMA 46 Pacitan sejak awal Agustus 2026.
"Kami ingin menanamkan kedisiplinan sejak hal-hal yang paling sederhana. Ketika siswa terbiasa menghargai waktu, menjaga kerapian, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, itu menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan," kata Ivan Nur Faiz Sudirman, Taruna Akmil.
Pelatihan tersebut mencakup pembiasaan mandiri di asrama, melatih kerapian tempat tidur, hingga pengelolaan perlengkapan pribadi secara sistematis.
"Semua cita-cita bisa tercapai apabila ada kemauan, usaha, disiplin, dan tidak melupakan Tuhan dalam setiap langkah," kata Ivan Nur Faiz Sudirman.
Inisiatif pembinaan disiplin ini disambut positif oleh para siswa yang baru pertama kali menjalani pola hidup berasrama secara penuh.
"Sebelumnya saya sudah bisa merapikan tempat tidur, tetapi setelah diajari kakak-kakak taruna caranya lebih cepat, lebih rapi, dan lebih efisien," kata Tiwik Agustin, siswi SRMA 46 Pacitan.
Siswa lain menilai kehadiran para taruna memberikan dorongan motivasi baru dalam menentukan arah cita-cita masa depan mereka.
"Saya melihat mereka disiplin, kompak, dan bertanggung jawab. Saya berharap suatu saat bisa mengikuti jejak mereka masuk Akademi Militer," kata Angga Anta Ramadhani, siswa SRMA 46 Pacitan.
Pihak pengelola sekolah menegaskan bahwa kedisiplinan harian menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan berasrama 24 jam.
"Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar membangun karakter melalui pembiasaan sehari-hari. Kehadiran para taruna memberikan teladan langsung mengenai pentingnya disiplin dan semangat meraih cita-cita," kata Bayu Arifyanto, Kepala SRMA 46 Pacitan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow