Kemenkeu AS Buyback Obligasi Harga Bitcoin Melambung Ke US$68.500

Smallest Font
Largest Font

Pasar aset digital mengalami lonjakan harga yang signifikan setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pelipatgandaan nilai operasi pembelian kembali atau buyback obligasi negara. Sebagaimana dilansir dari Investor Daily, pengumuman tersebut langsung mendorong harga Bitcoin menguat sekitar 6 persen hingga menyentuh level US$ 68.500 pada Kamis (20/8/2026).

Kenaikan harga Bitcoin turut memicu tren positif pada aset kripto lainnya, seperti Ethereum yang melesat 8 persen, Solana naik 7 persen, serta XRP yang menguat 4 persen. Langkah intervensi pemerintah AS ini dinilai para pelaku pasar sebagai sinyal masuknya likuiditas segar yang merelaksasi kondisi keuangan global.

Otoritas keuangan AS mengonfirmasi bakal menaikkan batas maksimal operasi buyback obligasi kupon nominal jangka panjang dari US$ 2 miliar menjadi minimal US$ 4 miliar per operasi. Program penyerapan obligasi pemerintah ini dijadwalkan berlangsung mulai 9 September hingga 4 November 2026 untuk menstabilkan perdagangan pasar utang negara.

Pengumuman kebijakan tersebut berimbas langsung pada penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun dan koreksi Indeks Dolar AS sebesar 0,8 persen. Di sisi lain, harga emas mencatatkan kenaikan 3,5 persen ke posisi US$ 4.487 per ons yang menjadi level tertingginya sejak awal Juni 2026.

Kondisi penurunan yield obligasi dan pelemahan dolar AS secara historis meningkatkan minat risiko investor untuk mengalihkan dana ke aset seperti kripto dan emas. Namun, kebijakan pembiayaan buyback melalui penerbitan utang jangka pendek juga memicu kekhawatiran terkait potensi lonjakan inflasi baru.

Dari kacamata analisis teknikal, lonjakan ini membuat Bitcoin berhasil menembus garis tren penurunan dan rentang perdagangan tiga bulan terakhir. Data CoinGlass mencatat pergerakan tajam ini memicu likuidasi posisi short derivatif kripto hingga mencapai US$ 1,3 miliar hanya dalam kurun waktu satu jam.

Guna mempertahankan momentum tren penguatan pasca-pasar lesu panjang, para pelaku pasar kini terus memantau kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level support krusial US$ 65.800 dan US$ 66.600. Arah pergerakan pasar aset digital selanjutnya diperkirakan sangat bergantung pada rilis data inflasi dan penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed