Kebakaran Hutan di Prancis Memicu Ledakan Peluru Perang Dunia II
Kobaran kebakaran hutan yang melanda wilayah Gironde, Prancis bagian barat daya, memicu ledakan amunisi peninggalan Perang Dunia II dari sebuah gudang terbengkalai di komune Le Porge pada Jumat (31/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah peluru meriam kuno meletus di tempat setelah dilalap si jago merah. Otoritas memastikan tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dari peristiwa yang memicu sekitar 100 ledakan beruntun tersebut.
Wali Kota Le Porge Martial Zaninetti memberikan penjelasan mengenai dampak ledakan material militer tua tersebut di wilayah pemukiman.
"Sebagian dari amunisi tersebut meledak di tempat, sementara sebagian lainnya terlempar dan tersebar ke wilayah sekitarnya," kata Martial Zaninetti, Wali Kota Le Porge.
Ledakan amunisi tersebut memicu kepanikan warga karena satu peluru meriam sempat meluncur hingga menembus bangunan tempat tinggal. Suara ledakan hebat yang terjadi selama kebakaran pada 23–24 Juli 2026 itu awalnya dikira warga berasal dari tabung gas yang meledak. Petugas penjinak bom kini telah diterjunkan ke lokasi untuk menyisir sisa amunisi.
Upaya pemadaman api di kawasan Gironde masih menemui tantangan besar. Garis depan kebakaran tercatat telah meluas hingga 240 kilometer dan statusnya belum berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran setempat.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengonfirmasi kondisi lapangan dan tingginya tingkat kesulitan dalam menanggulangi pergerakan api.
"Garis depan api di kawasan Gironde telah meluas hingga 240 kilometer dan statusnya masih belum terkendali," kata Laurent Nunez, Menteri Dalam Negeri Prancis.
Gelombang panas ekstrem saat ini sedang melanda kawasan Eropa dan memperburuk kondisi kekeringan di Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, hingga Yunani.
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyampaikan penegasannya terkait keparahan lonjakan bencana kebakaran hutan yang melanda negaranya sepanjang musim panas ini.
"Sepanjang musim panas ini, negaranya menghadapi lonjakan jumlah kasus kebakaran hutan tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II," kata Emmanuel Macron, Presiden Prancis.
Ancaman dari sisa amunisi militer atau Unexploded Ordnance (UXO) masih menjadi risiko keselamatan laten di Eropa. Jutaan ton artileri yang terkubur sejak era 1939–1945 berpotensi aktif dan meledak sewaktu-waktu saat terpapar suhu ekstrem akibat kebakaran hutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow