JICT dan KSOP Priok Uji Kesiapan Alat Pelabuhan Listrik di Tiongkok

Smallest Font
Largest Font

PT Jakarta International Container Terminal bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok meninjau kesiapan manufaktur peralatan pelabuhan berbasis listrik di Zhuhai, Tiongkok, pada Selasa, 28 Juli 2026, seperti dilansir dari Investor Daily.

Kunjungan kerja ke SANY Port Machinery Industrial Park tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi kesiapan pengadaan lima unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane dan 10 unit Electric Terminal Truck.

Langkah modernisasi operasional ini ditujukan untuk memperkuat transisi terminal peti kemas yang efisien, rendah emisi, dan berbasis teknologi tinggi di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto menyoroti pentingnya modernisasi sarana kepelabuhanan dalam menjaga kelancaran arus barang nasional.

"Kami memandang inisiatif JICT dalam mengadopsi teknologi berbasis listrik sebagai langkah positif yang sejalan dengan arah modernisasi sektor kepelabuhanan nasional. Peran KSOP adalah memastikan setiap transformasi tersebut memenuhi aspek keselamatan, kepatuhan, dan tata kelola yang baik sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung daya saing logistik Indonesia," ujar Heru, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok.

Heru menambahkan bahwa kerja sama erat antara regulator, pengelola pelabuhan, dan penyedia teknologi menjadi faktor kunci percepatan daya saing pelabuhan di tingkat global.

Di sisi lain, peremajaan armada operasional menjadi strategi utama pengelola terminal dalam mendukung target dekarbonisasi industri logistik nasional.

"Pengadaan Electric RTGC dan Electric Terminal Truck menggunakan Teknologi Batere Swap Station (BSS) bukan sekadar investasi peralatan, melainkan bagian dari transformasi operasional JICT menuju terminal yang lebih produktif, lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan. Kami ingin memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, meningkatkan produktifitas layanan operasional terminal, dan mendukung agenda dekarbonisasi sektor kepelabuhanan Indonesia," ujar Doni Budiono, Director Operations and Engineering JICT.

Pihak penyedia teknologi asal Tiongkok turut memberikan tanggapan positif atas kemitraan strategis yang terjalin dengan pengelola terminal peti kemas Indonesia tersebut.

"SANY melihat komitmen yang kuat dari JICT dalam mendorong transformasi menuju pelabuhan yang lebih modern dan berkelanjutan. Kami berharap komitmen ini dapat terus berkembang melalui solusi teknologi yang mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan JICT," ujar Guoyuan Zhou, Vice President SANY Group.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed