Jerman Siapkan Sanksi Usai Rusia Diduga Serang Bandara Leipzig
Pemerintah Jerman bersiap menyalahkan Rusia secara resmi atas percobaan serangan drone berpeledak di Bandara Leipzig/Halle dan merencanakan langkah balasan tegas pada akhir Agustus 2026. Pemerintah federasi bersama Uni Eropa tengah menyusun sanksi baru yang dijadwalkan pengumumannya awal pekan depan.
Hasil penyelidikan penegak hukum mengindikasikan bahwa plot serangan pada pertengahan Agustus 2026 tersebut melibatkan lebih dari satu drone. Target utamanya merupakan pesawat kargo Antonov milik Ukraina yang mengangkut peralatan militer, namun aksi itu gagal akibat kerusakan pada komponen pemicu bom.
Petugas Polisi Kriminal Federal (BKA) di bawah arahan Jaksa Agung Federal Jens Rommel menemukan drone ketiga di kawasan Kabelsketal pada 14 Agustus 2026. Di lokasi tersebut, penyidik mengamankan sekitar 50 gram bahan peledak militer jenis Hexogen.
Insiden ini juga melibatkan benturan udara antara drone kedua dengan pesawat kargo DHL pada kecepatan tinggi sewaktu pendaratan dialihkan. Selain itu, otoritas keamanan menemukan puing komponen drone serta rakitan antena yang terpasang pada pohon di wilayah Kursdorf.
Seorang juru bicara pemerintah Jerman menolak memberikan konfirmasi terperinci mengenai temuan intelijen tersebut dalam keterangannya kepada media. "Kanselir tidak berpartisipasi dalam spekulasi. Yang relevan hanyalah atribusi resmi yang dibuat oleh Pemerintah Federal atas kebijakannya sendiri dan setelah menimbang semua hasil penyelidikan," kata juru bicara pemerintah Jerman.
Keterlibatan jaringan intelijen Rusia juga menguat seiring penemuan depot senjata rahasia di dekat Danau Müggelsee, Berlin. Polisi mengamankan dua senjata semi-otomatis dan amunisi dalam jumlah besar dari lokasi tersebut, yang menyeret seorang warga Ukraina berusia 24 tahun, Vadym S., sebagai tersangka.
Di tingkat kawasan, Diplomat Uni Eropa mengonfirmasi bahwa pembahasan sanksi tambahan mencakup pembekuan aset negara dan pembatasan pada 1.600 target yang terdiri atas 800 individu serta 800 entitas asal Rusia. "Strateginya adalah menarik semua opsi. Kami menggunakan setiap rezim sanksi yang memungkinkan," ujar seorang diplomat Uni Eropa.
Pemerintah Rusia secara terbuka membantah keterlibatan mereka dalam insiden ini, sementara Uni Eropa menargetkan pengesahan paket sanksi baru secara final pada pertengahan Oktober 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow