Jaime VandenBerg Gendong Bayi di Final Walk Miss Universe Canada 2026
Mantan Miss Universe Canada 2025 Jaime VandenBerg mencetak sejarah baru dengan menggendong putri kecilnya, Charlotte, saat melakukan peragaan busana terakhir di panggung penobatan Miss Universe Canada 2026 di Windsor, Ontario, Kanada, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Aksi emosional tersebut dilakukan VandenBerg sebelum menyerahkan mahkota penobatan kepada penerusnya, Aslihan Morali. Momen ini menjadi perhatian publik karena Charlotte sebenarnya sudah menemani ibunya sejak berkompetisi di ajang Miss Universe 2025 di Thailand saat masih berusia empat bulan dalam kandungan.
Perempuan kelahiran 1996 itu mengukir sejarah sebagai wanita Kanada pertama yang meraih empat gelar nasional utama, yaitu Miss Universe Canada, Miss World Canada, Miss International Canada, dan Miss Earth Canada. Sebelum memutuskan pensiun dari panggung kompetisi, lulusan filsafat University of Lethbridge ini juga berhasil menembus jajaran 30 besar Miss Universe 2025.
Keputusan untuk merahasiakan kehamilannya selama berkompetisi internasional diambil demi menjaga privasi dan fokus terhadap advokasi kemanusiaan yang sedang diusungnya.
"Kami tidak memberi tahu keluarga maupun pihak organisasi Miss Universe Canada saat itu. Kami memilih untuk menyimpannya sendiri cukup lama. Saya sangat bersyukur kami melakukannya karena itu membuat masa kehamilan ini terasa jauh lebih intim di tengah periode hidup saya yang begitu disorot publik," kata Jaime VandenBerg.
Kabar kehamilan tersebut datang saat ia menjalani kontrak pemotretan di Mexico City bersama pasangannya, Aaron Hernandez, sebelum akhirnya melahirkan Charlotte Nicole pada 14 Mei 2026.
"Meskipun kami tidak secara khusus merencanakan untuk segera memulai keluarga, Aaron dan saya sudah sering berdiskusi tentang kemungkinan hamil. Saya tidak menggunakan alat kontrasepsi apa pun, dan saya merasa sangat siap. Jika itu terjadi, saya merasa sangat bahagia dan terberkati," ujar Jaime VandenBerg.
Sebagai penyintas kekerasan dan percobaan penembakan pada 2021, VandenBerg khawatir kabar kehamilannya akan mengalihkan fokus masyarakat dari perjuangan sosial yang ia suarakan.
"Saya merasa kuat bahwa jika saya mengumumkan kehamilan ini secara terbuka, saya berisiko hanya dipandang sebagai 'kontestan yang sedang hamil', bukannya dinilai atas kerja keras advokasi, ketangguhan, dan dedikasi satu dekade yang membawa saya ke panggung itu. Saya takut tidak ada lagi yang memperhatikan aksi kemanusiaan saya, dan saya hanya akan dilihat dari balik tabir kehamilan saya," kata Jaime VandenBerg.
Meski sempat ragu melanjutkan kompetisi, dorongan kuat dari sang kekasih meyakinkannya untuk tetap tampil maksimal di Thailand.
"Aaron adalah orang yang paling mendorong saya untuk terus mengejar mimpi ini. Dia mengingatkan saya bahwa dia akan mendukung saya melewati setiap tantangan, dan bertanding akan membuat saya menutup babak kehidupan ini tanpa penyesalan atau rasa penasaran{"title": "Jaime VandenBerg Menggendong Bayi di Miss Universe Canada 2026", "title_slug": "jaime-vandenberg-gendong-bayi-miss-universe-canada", "description": "Jaime VandenBerg melakukan final walk Miss Universe Canada 2026 sambil menggendong bayinya, Charlotte, setelah merahasiakan kehamilannya.", "keywords": "Jaime VandenBerg, Miss Universe Canada 2026, Miss Universe 2025, kontes kecantikan, Charlotte Nicole", "category_id": "11", "tags": "Jaime VandenBerg, Miss Universe Canada, Ratu Kecantikan", "thumbnail": "panggung kontes kecantikan mahkota", "translated_caption": "[instagram.com/missjaimeyvonne](https://instagram.com/missjaimeyvonne)", "content": "
Miss Universe Canada 2025 Jaime VandenBerg menggendong putri kecilnya, Charlotte Nicole, saat melakukan peragaan busana terakhir di panggung penobatan Miss Universe Canada 2026 di Windsor, Ontario, Kanada, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Aksi emosional tersebut menandai akhir masa jabatannya sekaligus momen penyerahan mahkota kepada penerusnya, Aslihan Morali dari Ancaster, Ontario, setelah VandenBerg memutuskan pensiun dari panggung kontes kecantikan.
Sebelumnya, VandenBerg bertanding di ajang Miss Universe 2025 di Thailand dalam kondisi hamil empat bulan dan berhasil menembus babak Top 30 tanpa diketahui oleh publik maupun pihak penyelenggara.
Perempuan berusia 29 tahun asal Lethbridge, Alberta ini sengaja merahasiakan kehamilannya bersama pasangannya, Aaron Hernandez, hingga mengumumkannya secara resmi pada Maret 2026 melalui media sosial.
VandenBerg mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk menjaga kerahasiaan kehamilan tersebut selama menjalani kompetisi internasional di Bangkok.
"Kami tidak memberi tahu keluarga maupun pihak organisasi Miss Universe Canada saat itu. Kami memilih untuk menyimpannya sendiri cukup lama. Saya sangat bersyukur kami melakukannya karena itu membuat masa kehamilan ini terasa jauh lebih intim di tengah periode hidup saya yang begitu disorot publik," ujar VandenBerg.
Ia menjelaskan bahwa kehamilan tersebut disadari saat menjalani kontrak pemotretan di Mexico City, meski jenis kelamin sang bayi baru diketahui saat persalinan pada 14 Mei 2026.
"Meskipun kami tidak secara khusus merencanakan untuk segera memulai keluarga, Aaron dan saya sudah sering berdiskusi tentang kemungkinan hamil. Saya tidak menggunakan alat kontrasepsi apa pun, dan saya merasa sangat siap. Jika itu terjadi, saya merasa sangat bahagia dan terberkati," ujar VandenBerg.
Peraih gelar Bachelor of Arts bidang Filsafat dari University of Lethbridge ini mengaku khawatir status kehamilannya akan mengalihkan fokus publik dari advokasi sosial yang diusungnya.
"Saya merasa kuat bahwa jika saya mengumumkan kehamilan ini secara terbuka, saya berisiko hanya dipandang sebagai 'kontestan yang sedang hamil', bukannya dinilai atas kerja keras advokasi, ketangguhan, dan dedikasi satu dekade yang membawa saya ke panggung itu. Saya takut tidak ada lagi yang memperhatikan aksi kemanusiaan saya, dan saya hanya akan dilihat dari balik tabir kehamilan saya," ujar VandenBerg.
Dukungan penuh dari sang kekasih menjadi dorongan utama bagi penyintas kekerasan berbasis gender ini untuk tetap berangkat bertanding ke Thailand setelah berkonsultasi dengan tim medis.
"Aaron adalah orang yang paling mendorong saya untuk terus mengejar mimpi ini. Dia mengingatkan saya bahwa dia akan mendukung saya melewati setiap tantangan, dan bertanding akan membuat saya menutup babak kehidupan ini tanpa penyesalan atau rasa penasaran 'bagaimana jika'," ujar VandenBerg.
Sebelum terbang ke Bangkok, ia berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi fisik serta keamanan janin selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi kecantikan tersebut.
"Pertama, dokter berkata, 'Kehamilan bukanlah sebuah penyakit. Kamu tidak sakit, kamu sehat.' Kedua, dia menjelaskan bahwa tubuh saya sudah terbiasa dengan iklim kompetisi kecantikan selama bertahun-tahun.
Dia mengumpamakannya seperti lari maraton, jika seseorang tidak pernah berlatih, dia akan melarangnya. Namun karena ini adalah hal yang sudah dilakukan tubuh saya bertahun-tahun, dia mendorong saya untuk percaya pada diri sendiri dan mendengarkan sinyal tubuh," ujar VandenBerg.
VandenBerg juga membandingkan dua pengalaman penting dalam hidupnya saat mewakili Kanada di tingkat internasional hingga menjadi seorang ibu.
"Satu versi dari diri saya didefinisikan oleh puncak kedisiplinan fisik dan atletisme, sementara versi lainnya merangkul keindahan serta kekuatan dari kehamilan dan peran sebagai ibu. Dan sejujurnya, saya mencintai kedua versi diri saya itu secara setara," ujar VandenBerg.
Pendiri organisasi nirlaba Canadian Herstory dan penerima Medali Yubileum Platinum Ratu Elizabeth II ini menegaskan pesan penting bagi perempuan yang menghadapi pilihan antara karier dan keluarga.
"Satu hal yang saya renungkan secara mendalam adalah betapa seringnya wanita merasa tertekan untuk memilih antara ambisi dan peran sebagai ibu. Saya berharap para wanita memahami bahwa kehamilan dan menjadi ibu bukanlah akhir dari babak kehidupan yang muda dan penuh ambisi; melainkan sebuah evolusi. Peran sebagai ibu dapat memperdalam sudut pandang Anda, memperkuat tujuan hidup, dan memotivasi Anda untuk mengejar mimpi dengan tekad yang jauh lebih besar," ujar VandenBerg.
VandenBerg mencatatkan rekor sebagai perempuan Kanada pertama yang menjuarai empat gelar nasional utama, yakni Miss Universe Canada, Miss World Canada, Miss International Canada, dan Miss Earth Canada.
Meskipun telah menyatakan pensiun dari panggung kompetisi, ia berencana untuk tetap berkontribusi sebagai mentor dan pelatih bagi para calon kontestan masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow