ITB Sambut 8.945 Mahasiswa Baru Angkatan 2026 dari Berbagai Daerah
Institut Teknologi Bandung (ITB) meresmikan penerimaan 8.945 mahasiswa baru untuk Semester I Tahun Akademik 2026/2027 pada Sidang Terbuka Penyambutan Mahasiswa Baru di Kampus ITB, Rabu (5/8/2026). Ribuan mahasiswa baru tersebut mencakup program sarjana, magister, doktor, hingga profesi.
Data Laporan Penerimaan Mahasiswa Baru yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. merinci total peserta didik baru terdiri atas 5.468 mahasiswa program sarjana, 1.947 mahasiswa program magister, 563 mahasiswa program doktor, serta 967 mahasiswa program profesi.
Sebaran mahasiswa program sarjana tercatat mencakup seluruh 38 provinsi di Indonesia, termasuk keterwakilan 97 mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta 10 mahasiswa jalur Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Komposisi peserta didik juga diperkuat oleh 28 penerima Beasiswa Garuda dan 446 mahasiswa pendaftar KIP-Kuliah, dengan 198 orang di antaranya berada pada desil 1–4.
Secara demografi gender, mahasiswa laki-laki mendominasi di semua jenjang pendidikan ITB tahun ini. Pada jenjang sarjana, persentase mahasiswa laki-laki mencapai 57,7% dan perempuan 43,3%, jenjang magister diisi 53,7% laki-laki dan 46,3% perempuan, sementara jenjang doktor mencatatkan 53% laki-laki dan 47% perempuan.
Kehadiran mahasiswa asing turut memperluas skala internasional ITB, di mana program sarjana menerima warga negara asing dari 21 negara, sedangkan program pascasarjana mencakup mahasiswa dari 20 negara melalui jalur reguler, pertukaran, hingga Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang dan The Indonesian Aid Scholarship.
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. menyambut langsung kedatangan seluruh mahasiswa baru yang datang dari beragam latar belakang daerah, bahasa, hingga budaya.
Ia menekankan bahwa status sebagai mahasiswa baru di kampus teknik tertua tersebut bukanlah pencapaian akhir dari perjalanan akademik.
"Diterima di ITB bukanlah garis akhir. Ini adalah garis awal," ujar Rektor ITB Prof. Dr.
Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.
Pihak rektorat mengingatkan agar para mahasiswa mulai merancang kontribusi nyata yang dapat ditinggalkan bagi masyarakat usai menuntaskan studi, baik dalam bentuk gagasan, penemuan, maupun karya pengabdian.
Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 3 Juli 1920 sebagai Technische Hoogeschool te Bandoeng ini konsisten mendorong lahirnya tokoh pembawa perubahan, sebagaimana jejak pahlawan dan pengabdi bangsa yang tersimpan dalam Museum ITB.
"Setiap sejarah besar selalu diawali oleh seseorang yang memutuskan bahwa hidupnya harus bermanfaat bagi orang lain sepanjang zaman," kata Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.
Rangkaian penyambutan mahasiswa baru tersebut juga diisi oleh orasi ilmiah dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB Muhammad Yorga Permana, Ph.D. mengenai adaptasi manusia terhadap perkembangan teknologi, serta pemaparan dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB Dr. Eng. Kamarisima terkait proses fermentasi kakao.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow