Iran Balas Serangan AS Lewat Operasi Militer di Kuwait

Smallest Font
Largest Font

Militer Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran menggunakan rudal dan pesawat nirawak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Rabu pagi (15/7/2026). Langkah defensif ini dilakukan setelah pasukan Amerika Serikat membombardir infrastruktur sipil di wilayah barat daya Iran pada Selasa malam (14/7/2026). Dilansir dari Investor Daily, eskalasi bersenjata ini dipicu oleh serangan proyektil militer Amerika Serikat yang menghantam fasilitas penyimpanan gandum di Hoveyzeh dan satu lokasi lain di Dasht-e Azadegan, Provinsi Khuzestan, Iran.

Serangan udara terhadap ketahanan pangan tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. "Penyelidikan masih berlangsung terkait dampak serangan itu, dan rincian lebih lanjut akan segera kami umumkan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa," ujar Valiollah Hayati, Wakil Gubernur Khuzestan bidang keamanan dan penegakan hukum.

Aksi penyerangan oleh militer Amerika Serikat tersebut berlangsung tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras. Trump menegaskan bahwa operasi militer negaranya akan terus meningkat dan mulai menargetkan infrastruktur vital seperti pembangkit listrik hingga jembatan di Iran mulai pekan depan jika Iran menolak berunding.

Guna merespons pelanggaran kedaulatan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) segera mengumumkan pelaksanaan "Operasi Nasr-2" di Kuwait. Serangan balasan ini menyasar pusat persediaan dan logistik utama militer Amerika Serikat di Asia Barat yang berlokasi di Mina Abdullah, Kuwait, serta dilaporkan merusak sistem komunikasi satelit, radar pertahanan udara, area rudal Patriot, dan peluncur rudal HIMARS milik Amerika Serikat. Meskipun demikian, pihak IRGC menegaskan bahwa operasi militer tersebut murni ditujukan kepada basis militer Amerika Serikat dan tidak menyasar pemerintah maupun rakyat Kuwait. Pihak militer Iran juga menyatakan bahwa operasi balasan ini akan terus berjalan serta Selat Hormuz akan tetap ditutup total hingga agresi militer Amerika Serikat berakhir sepenuhnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed