Investor Asing Lepas Saham BBRI Rp 362,1 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing melanda sejumlah saham perbankan besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7/2026). Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi target pelepasan utama oleh investor transaksional luar negeri. Dilansir dari Investor Daily, nilai penjualan bersih investor asing pada saham BBRI menembus angka Rp 362,1 miliar di pasar reguler berdasarkan data Stockbit Sekuritas.

Tekanan jual tersebut kemudian diikuti oleh saham perbankan pelat merah dan swasta lainnya. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 247,9 miliar. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga dilepas investor asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp 193,9 miliar.

Di sisi lain, arus modal asing justru masuk ke sektor telekomunikasi dan manufaktur. Transaksi beli bersih atau net buy asing tertinggi dibukukan oleh saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 63 miliar, disusul saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 62,5 miliar.

Secara kumulatif, pemodal asing membukukan total net sell sebesar Rp 830,3 miliar di seluruh pasar BEI. Tambahan pelepasan ini membuat total penjualan bersih investor asing sepanjang tahun berjalan melonjak menjadi Rp 77,4 triliun berdasarkan data otoritas bursa. Meskipun terjadi tekanan jual oleh asing, MNC Sekuritas tetap mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor perbankan. Saham BBCA dan BMRI sejauh ini masih diposisikan sebagai pilihan utama dalam portofolio.

Sektor perbankan dinilai layak mendapatkan porsi lebih besar karena valuasi saat ini telah mencerminkan sebagian besar potensi risiko penurunan. Selain itu, tingkat imbal hasil dividen dinilai masih menarik dengan kualitas aset yang berada dalam kondisi stabil. MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham BBCA dengan target harga Rp 8.700 yang didukung oleh profil laba defensif serta kualitas aset prima. Rekomendasi buy juga disematkan pada saham BMRI dengan target harga Rp 6.050 berkat keunggulan momentum laba dan PPOP.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati beberapa risiko penurunan utama. Faktor pengetatan likuiditas dan potensi pelemahan tren kualitas aset yang lebih rendah dari perkiraan menjadi poin penting yang harus diantisipasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed