Induk Lumba-Lumba Berkabung Bawa Bayinya yang Mati di Australia

Smallest Font
Largest Font

Aksi mengharukan terekam di kawasan Muara Leschenault, Australia Barat. Seekor induk lumba-lumba hidung botol bernama Fraggle kedapatan terus membawa jasad anaknya yang telah meninggal dunia. Seperti dilansir dari Detik iNET, anak lumba-lumba tersebut diperkirakan baru berusia dua pekan.

Fenomena ini semakin menyita perhatian karena belasan lumba-lumba lain terlihat berenang melingkari sang induk selama prosesi tersebut. Tim peneliti dari Geographe Marine Research melalui akun Instagram @geographemarineresearch mengungkapkan, insiden ini merupakan kali keempat secara berturut-turut Fraggle kehilangan keturunannya. Induk tersebut tampak berulang kali berenang mondar-mandir sembari memegang jasad bayinya.

Para peneliti telah mengkhawatirkan daya tahan hidup bayi lumba-lumba itu sejak awal. Hal ini disebabkan waktu kelahirannya yang bertepatan dengan musim dingin, ditambah adanya peningkatan laju pernapasan beberapa hari sebelum kematiannya.

"Mengetahui bahwa memiliki anak saat musim dingin akan menjadi tantangan besar untuk bertahan hidup, kami tetap berharap ia punya kesempatan menjadi induk lagi. Kini ia telah kehilangan empat anak terakhirnya," tulis Geographe Marine Research dalam unggahan tersebut. Perilaku menggendong bangkai anak ini dijelaskan peneliti sebagai bagian dari proses duka yang umum pada spesies lumba-lumba. Masa berkabung ini biasanya berlangsung selama beberapa hari.

"Lumba-lumba akan membawa anaknya yang telah mati selama masa berkabung yang bisa berlangsung beberapa hari. Pada akhirnya ia harus melepaskannya agar bisa kembali mencari makan dan bertahan hidup. Saat itu akan segera tiba," kata mereka.

Kehadiran sekitar 14 ekor lumba-lumba lain di sekeliling Fraggle juga dinilai sebagai peristiwa yang tidak biasa. Peneliti menduga kelompok tersebut gabungan dari penghuni muara dan kawanan dari laut lepas.

"Tampaknya beberapa teman Fraggle dari laut lepas bergabung dengan lumba-lumba yang tinggal di muara untuk berkabung bersamanya. Ini menunjukkan kuatnya ikatan keluarga yang mereka miliki," sebut para peneliti. Populasi lumba-lumba yang mendiami Muara Leschenault sendiri terbilang sangat terbatas. Kondisi ini membuat tingkat kelahiran bayi lumba-lumba di wilayah tersebut tergolong langka, ditambah lagi dengan angka kelangsungan hidup anak lumba-lumba yang relatif rendah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed