Indonesia dan Australia Pimpin Pertemuan Menlu ASEAN di Manila

Smallest Font
Largest Font

Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Menlu Australia Penny Wong memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Australia di Manila, Filipina, pada Rabu (22/7/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam menjaga stabilitas perdamaian serta memperkuat ketahanan ekonomi kawasan Indo-Pasifik, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Sebagai negara koordinator kemitraan, Indonesia menilai hubungan bilateral ASEAN dan Australia telah bertransformasi secara produktif.

Sektor keamanan maritim, perdagangan, investasi, hingga hubungan antarmasyarakat terus diperkuat secara konkret demi menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan. "Inilah wujud kemitraan yang nyata: bukan sekadar wacana komitmen, melainkan program konkret yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan," ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Memasuki tahun kelima Kemitraan Strategis Komprehensif, kolaborasi ini didorong agar tetap adaptif menghadapi tantangan geopolitik, krisis pangan, energi, hingga kejahatan siber. Momentum tahun 2026 ini juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) untuk membangun kepercayaan strategis melalui penyelesaian sengketa secara damai.

"Perdamaian di kawasan tidak tercipta secara otomatis. Perdamaian harus terus dirawat, dijaga, dan diupayakan bersama secara konsisten," tegas Sugiono. Di bidang ekonomi, nilai perdagangan bilateral Australia dengan negara anggota ASEAN pada 2025 mencapai US$ 97,28 miliar, didukung realisasi investasi langsung sebesar US$ 1,6 miliar. Indonesia menilai tingginya angka perdagangan tersebut perlu diimbangi dengan ekspansi investasi jangka panjang.

"Perdagangan mencerminkan kekuatan ekonomi saat ini, sementara investasi membangun fondasi kekuatan ekonomi masa depan. Keduanya harus bergerak seiring dan sejalan," jelasnya. Indonesia mendorong percepatan proyek di sektor mineral kritis, transisi energi bersih, serta infrastruktur digital melalui strategi ekonomi Australia hingga 2040. Langkah ini dinilai penting untuk menyeimbangkan ketahanan rantai pasok pangan dan energi di kawasan.

"ASEAN bukan sekadar pasar bagi Australia. ASEAN harus menjadi mitra sejajar dalam membangun industri masa depan," tambah Menlu Sugiono. Dari sisi keamanan, Indonesia menyerukan penguatan manajemen krisis melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN dengan mengedepankan prinsip transparansi. Australia sendiri merupakan mitra wicara pertama ASEAN sejak 1974 yang kini memfokuskan investasi di Asia Tenggara untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tunggal tertentu.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed