Indika Energy Dapatkan Pinjaman US$155 Juta untuk Proyek Tambang Emas
PT Indika Energy Tbk (INDY) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sebesar US$155 juta atau sekitar Rp2,7 triliun dengan Bank DBS Indonesia untuk pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada 7 Agustus 2026.
Perjanjian pinjaman melibatkan beberapa anak perusahaan Indika Energy sebagai penanggung awal, termasuk PT Indika Inti Corpindo dan beberapa anak usaha Tripatra. Pinjaman ini dijamin secara pari passu sesuai dengan ketentuan Indenture Surat Utang Senior Perseroan dengan tingkat bunga 8,75% dan jatuh tempo tahun 2029.
Sekretaris Perusahaan Indika Energy, Adi Pramono, menjelaskan bahwa dana pinjaman akan digunakan secara eksklusif untuk membiayai belanja modal pengembangan proyek tambang emas di konsesi yang dimiliki PT Masmindo Dwi Area, anak perusahaan Indika Energy.
"Selain perjanjian fasilitas, perseroan dan para pihak juga menandatangani Surat Fasilitas, Dokumen Jaminan termasuk Perjanjian Konfirmasi Jaminan, dan Surat Tambahan untuk Perjanjian Antarkreditur," ujar Adi Pramono.
Adi menambahkan, "Transaksi ini dilakukan untuk mendukung upaya transisi Indika Energy yang lebih luas dari bisnis batu bara menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi."
Dalam perdagangan terakhir sebelum pengumuman, saham Indika Energy melemah 1,54% ke harga Rp2.550 per saham pada 6 Agustus 2026, namun dalam sebulan terakhir saham ini telah naik sekitar 30,77%.
Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) Indika Energy tercatat sebesar 0,62 kali, yang menunjukkan harga saham di pasar lebih rendah dibandingkan nilai buku per saham yang berada di kisaran Rp4.120, menurut aplikasi Stockbit Sekuritas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow