IHSG Turun 1,18 Persen Tertekan Sentimen MSCI dan Geopolitik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun 75,51 poin atau 1,18% ke level 6.298 pada sesi pertama perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, di tengah sentimen negatif dari hasil tinjauan MSCI dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dilansir dari Investor Daily.
Penurunan ini terjadi meski data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Juli menunjukkan penurunan tahunan menjadi 3,4% dari 3,5%, sehingga meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed.
Sentimen domestik menjadi faktor utama tekanan IHSG, terutama setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) namun memberlakukan pembekuan (freeze) serta pengurangan bobot saham Indonesia di indeksnya. Perubahan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
"Meski Indonesia mempertahankan status emerging market, bobot saham telah dipangkas," ujar Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Menurut Pilarmas, keputusan freeze MSCI menimbulkan ketidakpastian aliran dana asing berbasis indeks, yang menjadi beban utama pasar hari ini.
Di sisi lain, Pilarmas menilai data inflasi AS yang menunjukkan peningkatan bulanan 0,1% dari sebelumnya minus 0,4% mampu memberikan sentimen positif dan mengurangi tekanan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Kondisi pasar global juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait negosiasi yang buntu antara AS dan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menambah ketidakpastian pasar.
Dari dalam negeri, perhatian investor kini tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden dijadwalkan menyampaikan pengantar nota keuangan dan rancangan RAPBN 2027.
"Pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah, terutama komitmen menjaga disiplin anggaran serta kejelasan hubungan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia," tambah Pilarmas.
Pilarmas juga menyebut investor akan memperhatikan strategi pemberantasan korupsi serta realisasi program prioritas pemerintah seperti penyediaan makan gratis dan penguatan koperasi desa, yang dianggap sebagai katalis utama bagi pasar domestik.
Pada sesi pertama perdagangan Kamis, saham EKAD, YPAS, AGAR, PBSA, dan BEER mencatat kenaikan terbesar, sedangkan saham DART, STAR, RGAS, BIPP, dan BAIK mengalami penurunan signifikan.
Dalam kondisi pasar yang tertekan, Pilarmas merekomendasikan pembelian saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan level support di 1.390 dan resistance di 1.490.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow