IHSG Sesi I 16 Juli 2026 Naik 22 Poin ke Level 6.064

Smallest Font
Largest Font

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat sebesar 22 poin atau 0,37 persen ke level 6.064 pada sesi I perdagangan Kamis (16/7/2026). Peningkatan indeks domestik ini terjadi di tengah pergerakan bursa regional Asia yang cenderung melemah.

Dilansir dari Investor Daily, Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pelemahan bursa regional terseret oleh reaksi pelaku pasar terhadap ketegangan di Timur Tengah. Eskalasi meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan tambahan terhadap target Iran.

Konflik tersebut mendorong harga minyak dunia naik tajam pekan ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru mengenai inflasi global serta prospek suku bunga ke depan.

Namun, pihak Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump menyatakan Teheran telah mengindikasikan kesediaan untuk melanjutkan negosiasi pada hari Rabu.

Sentimen global lain datang dari China yang merilis data pertumbuhan ekonomi paling lambat sejak kuartal keempat tahun 2022. Produk Domestik Bruto (PDB) China berada di bawah kisaran target pemerintah tahun 2026 yang dipatok sebesar 4,5% sampai 5%.

Merespons hal itu, PBOC berjanji memperkuat dukungan kebijakan pada paruh kedua tahun ini. Langkah tersebut menandakan fleksibilitas penggunaan instrumen seperti pemotongan RRR dan reverse repo, dengan suku bunga reverse repo tujuh hari tetap menjadi patokan utama.

Dari dalam negeri, penguatan IHSG didukung oleh persiapan langkah fiskal dan pasar oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Fokus pengendalian diarahkan pada komoditas pangan yang volatil serta peningkatan biaya industri.

"Keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia masih menjadi sentimen positif bagi aset domestik," kata Pilarmas dalam ulasan, Kamis (16/7/2026).

Kendati demikian, kenaikan IHSG berpotensi tertahan oleh gejolak harga minyak dunia yang kini menembus di atas US$ 80 per barel akibat ketegangan Amerika Serikat dan Iran.

Pilarmas mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak dunia tersebut membebani APBN. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperlebar defisit fiskal negara.

Pada perdagangan sesi pertama, sejumlah saham mencatatkan kenaikan terbesar yaitu LPPS, AGAR, KBLV, MLPT, dan ALKA. Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam meliputi BAPA, SINI, KBAG, COAL, dan KKES.

"Saham WIFI. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance 1.945-2.200," tulis Pilarmas.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed