IHSG Berpeluang Menguat Pekan Depan Meski Tutup Melemah Jumat

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan pekan depan setelah ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.518 pada Jumat, 28 Agustus 2026, di tengah tekanan jual yang muncul di pasar saham Indonesia.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada level support 6.373 dan 6.272 serta resistance 6.599 dan 6.705, menurut analisis riset MNC Sekuritas.

Riset MNC Sekuritas menyebutkan, "Best case, posisi IHSG sedang berada di awal wave v dari wave (c) sehingga masih berpeluang menguat ke rentang area 6.599-6.666. Namun, worst case, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.289-6.352."

Penurunan IHSG pada Jumat disebabkan oleh sikap pasar yang defensif menjelang rebalancing indeks MSCI yang efektif mulai 31 Agustus 2026, serta aksi profit taking investor, menurut analis Phintraco Sekuritas.

"Secara teknikal, diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.400-6.600 pada pekan depan," kata analis Phintraco Sekuritas.

Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp15,15 triliun dengan frekuensi transaksi 2,01 juta kali hingga penutupan perdagangan Jumat. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk mencatat transaksi tertinggi dengan harga yang masing-masing menguat 0,44 persen dan 1,17 persen.

Pelaku pasar juga menunggu pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole AS, yang diperkirakan akan memberi petunjuk mengenai prospek suku bunga AS, sehingga mempengaruhi dinamika pasar saham global dan domestik.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan, "Bursa regional Asia menguat, sebagian besar pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed di tengah kebuntuan diplomatik AS dengan Iran."

Dari dalam negeri, DPR RI telah menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026–2031, memberikan kepastian kepemimpinan BI di tengah kondisi pasar.

Beberapa saham menarik yang perlu dicermati antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang keduanya mengalami koreksi harga namun masih memiliki prospek buy on weakness dengan target harga lebih tinggi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed