Hujan tiga hari Madinah mengaliri gurun dengan limpasan air
Gurun Madinah mendadak dialiri air setelah hujan deras berlangsung selama tiga hari, dengan intensitas tertinggi terjadi pada Jumat (28/8), dan beberapa lokasi mengalami banjir, menurut laporan Detik iNET. Fenomena ini kemudian dijelaskan melalui proses hidrologi dan potensi badai petir.
Dilansir dari Detik iNET, sejumlah wilayah Madinah diguyur hujan sekitar tiga hari, sementara intensitas paling tinggi terjadi pada Jumat (28/8). Di beberapa lokasi, air mengalir di permukaan gurun hingga membentuk aliran menyerupai sungai.
Pengemudi kendaraan off-road Jawaher Shaheen menceritakan ia dan suami mendatangi sejumlah lokasi saat hujan turun di sekitar Madinah, termasuk Al-Furaish. Saat hujan paling deras, air banjir mulai mengalir.
"Lokasi kedua adalah Al-Furaish, tempat hujan turun lebih deras. Karena intensitasnya, air banjir mulai mengalir," kata Shaheen.
Dilansir dari Detik iNET, perjalanan menuju sejumlah lokasi itu memakan waktu sekitar satu jam, dengan hujan deras berlangsung 15-30 menit sebelum melemah menjelang Matahari terbenam.
Untuk penjelasan sains, munculnya aliran air setelah hujan deras dikaitkan dengan limpasan permukaan ketika air turun lebih cepat daripada kemampuan tanah menyerap. Air kemudian bergerak mengikuti kemiringan permukaan ke area lebih rendah, dan dapat terkumpul di cekungan atau saluran alami seperti wadi.
National Center for Meteorology Arab Saudi sebelumnya memperkirakan potensi badai petir disertai hujan es di sejumlah wilayah, termasuk Madinah, Makkah, Jazan, Asir, dan Al-Baha, menurut laporan Detik iNET.
Majed Al-Sahoubi, spesialis astronomi yang mempelajari hubungan bintang, musim, dan cuaca, menyatakan kemunculan Suhail bukan pemicu hujan. Ia menilai kondisi mulai membaik, tetapi bintang tersebut tidak mengubah cuaca.
"Suhail merupakan tanda bahwa kondisi mulai membaik, tetapi bintang itu sendiri tidak memengaruhi atau mengubah cuaca," ujarnya.
Dilansir dari Detik iNET, Al-Sahoubi juga mengatakan curah hujan di kawasan gurun pada periode tersebut umumnya tidak teratur, sementara periode hujan yang lebih konsisten di beberapa wilayah diperkirakan mulai sekitar pertengahan Oktober.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow