Harga Minyak Dunia Naik Imbas Ketegangan AS Iran Memanas

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada Selasa (18/8/2026) seiring memudarnya prospek perdamaian konflik di Timur Tengah. Lonjakan terjadi setelah Iran bersiap mengambil posisi militer yang lebih ofensif serta penolakan Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata. Kondisi ini memicu kekhawatiran meluas terhadap pasokan energi global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Terlebih lagi, arus lalu lintas kapal tanker di kawasan vital Selat Hormuz hingga kini masih mengalami penyumbatan parah dan belum beroperasi normal. Data perdagangan mencatat harga minyak jenis Brent terkerek 27 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 91,14 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat bergerak naik 42 sen hingga menembus level US$ 85,04 per barel.

Peningkatan volatilitas pasar ini dipicu oleh eskalasi politik di kawasan Teluk yang kian tidak menentu. Situasi dipergenting oleh laporan lalu lintas komoditas dari Kpler yang memperlihatkan penurunan drastis melintasnya kapal di Selat Hormuz.

"Kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz masih belum terlihat, sementara jumlah kapal yang melintas tetap sangat terbatas," kata Tim Waterer, Analis Pasar Utama KCM. Ancaman terhadap stabilitas pasokan energi dunia juga merembet ke kawasan Laut Merah setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim serangan rudal terhadap kapal militer Arab Saudi. Waterer menekankan bahwa kerawanan di jalur lalu lintas utama tersebut memegang peranan sangat krusial bagi kondisi pasar saat ini.

"Dua titik penyumbatan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb sangat signifikan. Keduanya bukan sekadar risiko tambahan, tetapi menjadi pusat narasi risiko pasokan saat ini," ujar Tim Waterer, Analis Pasar Utama KCM. Meskipun negosiasi pengelolaan Selat Hormuz antara Iran dan Oman sempat menunjukkan kemajuan, Presiden AS Donald Trump memberikan respons tegas berupa ancaman kepada Oman. Di tengah tingginya tensi geopolitik, proyeksi jajak pendapat Reuters justru memperkirakan stok persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan pada pekan lalu.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed