Harga Emas Dunia Melonjak Sentuh Level Tertinggi Tujuh Pekan
Harga emas dunia melanjutkan penguatan selama empat hari berturut-turut hingga menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Lonjakan ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah serta melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Emas spot mencatatkan kenaikan sebesar 1,11 persen ke level US$ 4.293,82 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menembus rekor tertinggi sejak 18 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turut mengalami peningkatan 1,09 persen menjadi US$ 4.352,42 per ons troi.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan melesunya indeks dolar AS makin menambah daya tarik logam mulia ini bagi investor pemilik mata uang lain. Di saat yang sama, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang merosot ke angka 55 persen dari posisi sebelumnya 67 persen.
Analis pasar IG Tony Sycamore menilai bahwa reli harga emas dipicu oleh optimisme tercapainya terobosan diplomatik di kawasan Timur Tengah.
"Optimisme bahwa solusi diplomatik di Timur Tengah segera tercapai akan menjaga harga minyak tetap rendah dan mengurangi kebutuhan bank sentral menaikkan suku bunga. Kondisi ini menjadi katalis positif bagi emas," ujar Tony Sycamore, Analis Pasar IG.
Sycamore menambahkan bahwa pergerakan teknikal harga emas di atas rata-rata pergerakan 200 hari dapat membuka potensi pemulihan yang lebih kuat ke depannya.
"Apabila harga emas mampu menembus dan bertahan di atas rata-rata pergerakan (moving average) 200 hari, peluang pemulihan menuju US$ 5.000 per ons troi akan semakin terbuka," kata Tony Sycamore, Analis Pasar IG.
Perkembangan pasar saat ini turut dipengaruhi oleh rencana kesepakatan antara Iran dan Oman guna memulihkan stabilitas serta mengakhiri konflik lima bulan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Langkah ini mencakup skema pengaturan navigasi kapal di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi seperlima minyak dunia.
Para pelaku pasar global kini mengalihkan fokus pada rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls AS periode Juli. Laporan ADP National Employment sebelumnya telah mengindikasikan adanya perlambatan pada penyerapan tenaga kerja di sektor swasta.
Pendiri J Rotbart & Co Joshua Rotbart menjelaskan implikasi dari data ketenagakerjaan tersebut terhadap pergerakan harga emas.
"Data tenaga kerja yang lebih lemah berpotensi memperkuat reli emas karena meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter," ujar Joshua Rotbart, Pendiri J Rotbart & Co.
Ia juga mengingatkan kondisi sebaliknya jika data ekonomi menunjukkan hasil yang berlawanan.
"Sebaliknya, apabila data tenaga kerja menunjukkan pemulihan yang kuat, harga emas dapat mengalami tekanan jangka pendek karena pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga," kata Joshua Rotbart, Pendiri J Rotbart & Co.
Penguatan di pasar logam mulia juga dialami komoditas lainnya. Harga perak spot tercatat naik 0,1 persen menjadi US$ 62,16 per ons troi, platinum melesat 1,7 persen ke level US$ 1.764,10 per ons troi, dan paladium menguat 1,1 persen ke posisi US$ 1.377,83 per ons troi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow