Harga Emas Dunia Melonjak ke Level Tertinggi dalam Sembilan Minggu
Lonjakan pembelian akibat kekhawatiran tertinggal momen mendorong harga emas dunia melesat ke level tertinggi dalam sembilan minggu pada perdagangan Senin (10/8/2026). Pelaku pasar kini sedang mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat yang dilansir dari Investor Daily.
Sesi perdagangan ditutup dengan penguatan harga emas spot sebesar 1,11 persen menjadi US$ 4.390,26 per ons troi, setelah sempat menyentuh angka tertinggi sejak 5 Juni 2026. Tren positif ini meneruskan reli sebesar 2,4 persen pada Jumat (7/8/2026) yang dipicu oleh penurunan tak terduga data nonfarm payrolls AS.
Kenaikan serupa terjadi pada pasar berjangka AS yang menguat 1,11 persen hingga berada di posisi US$ 4.448,45 per ons troi pada penutupan perdagangan. Di sisi lain, pergerakan instrumen logam mulia lainnya turut melonjak, seperti harga perak spot yang meroket 3,38 persen menuju US$ 65,72 per ons. Platinum mengekor dengan kenaikan 0,43 persen ke US$ 1.756,8 per ons, sedangkan palladium terangkat tipis 0,03 persen menjadi US$ 1.382,8 per ons.
"Momentum teknikal emas saat ini cukup kuat secara keseluruhan," kata Senior Market Strategist StoneX Bob Haberkorn.
Pasar masih bersikap waspada menjelang pengumuman data indeks harga konsumen (CPI) AS pada Rabu (12/8/2026) dan indeks harga produsen (PPI) pada Kamis (13/8/2026). Konsensus ekonom memperkirakan inflasi CPI AS periode Juli berada di angka 3,4 persen secara tahunan, melandai tipis dibanding raihan Juni sebesar 3,5 persen.
Dorongan terhadap harga emas juga datang dari aktivitas bank sentral China yang menambah cadangan emas pada Juli dalam jumlah terbesar sejak Oktober 2023. Di samping itu, eskalasi geopolitik di Selat Hormuz turut membayangi pergerakan harga komoditas ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, spekulasi pasar menunjukkan peluang penyesuaian suku bunga acuan The Fed sebesar 52 persen pada September dan 81 persen pada Desember.
"Data CPI akan menjadi penting. Inflasi mulai sedikit mendingin dan pasar memperkirakan laporan yang tidak menunjukkan tekanan inflasi terlalu tinggi. Kondisi ini dapat membuat emas bergerak sideways hingga lebih tinggi dalam jangka pendek," kata analis pasar di American Gold Exchange Jim Wyckoff.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow