Harga Emas Dunia Masih Belum Mampu Keluar dari Fase Konsolidasi
Penulis : Indah Handayani 1 Aug 2026 | 08:00 WIB
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia masih belum mampu keluar dari fase konsolidasi setelah bergerak di sekitar level psikologis US$ 4.000 per ons troi sepanjang pekan ini. Di tengah belum jelasnya arah pergerakan pasar, para analis menilai emas memerlukan katalis baru agar mampu melanjutkan tren penguatan.
Tekanan terhadap emas masih datang dari tingginya imbal hasil riil (real yield) dan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil sehingga membatasi minat investor terhadap logam mulia.
Meski demikian, harga emas tetap bertahan di atas level US$ 4.000 per ons troi. Sepanjang pekan, emas spot sempat menyentuh level tertinggi US$ 4.119,82 setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama karena kenaikan Employment Cost Index (ECI) kembali mendorong imbal hasil obligasi AS.
Pada akhir pekan, harga emas kembali bergerak di kisaran US$ 4.048 per ons troi, setelah sebelumnya sempat turun hingga US$ 3.995,90.
Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day mengatakan, pasar emas masih membutuhkan katalis baru sebelum mampu bergerak lebih tinggi. Menurut dia, arah kebijakan moneter Federal Reserve dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang akan menentukan pergerakan harga emas.
Senada, analis senior Barchart.com Darin Newsom menilai, harga emas masih berada dalam fase sideways. Ia menyebut pembelian emas oleh bank sentral tetap menjadi faktor fundamental yang menopang harga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Survei mingguan Kitco News juga menunjukkan belum adanya konsensus di kalangan analis Wall Street. Dari 17 analis yang disurvei, lima orang atau 29% memprediksi harga emas naik, enam analis atau 35% memperkirakan turun, sementara enam analis lainnya memperkirakan harga bergerak mendatar.
Di kalangan investor ritel, optimisme juga mulai berkurang. Dari 184 responden, sebanyak 47% memperkirakan harga emas naik, sedangkan 30% memprediksi turun dan 23% memperkirakan harga akan bergerak stabil.
Fokus ke Data AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Emiten Tambang Emas Panen Cuan di Tengah Harga yang Lesu
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 1 Agustus 2026, Cek Rinciannya
Harga Emas Anjlok, tapi Akhiri Tren Penurunan Empat Bulan
Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Sabtu 1 Agustus 2026
Arah Harga Emas Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Market 2 menit yang lalu Pakar Sebut Harga Emas Butuh Katalis untuk Bangkit Pakar menyebut harga emas membutuhkan katalis baru untuk bangkit. Pasar kini menanti data payroll AS sebagai penentu arah
National 17 menit yang lalu KPK Lanjutkan Penyelidikan Kasus Dana CSR BI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melanjutkan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus dana Corporate Social
Finance 17 menit yang lalu MPMX Raih Laba Bersih Rp 336 Miliar pda Semester I-2026 PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX ), perusahaan grup otomotif terkemuka di Indonesia dengan portofolio bisnis yang mencakup distribusi dan ritel sepeda motor, asuransi umum, transportasi, dan pembiayaan merilis laporan keuangan tidak diaudit untuk periode semester I- 2026 (6M26).
International 22 menit yang lalu Penjualan Mobil Listrik Meroket 35% dan Rekor di 50 Negara Harga BBM melonjak akibat perang Timur Tengah, penjualan mobil listrik kuartal II naik 35% dan cetak rekor di 50 negara.
Market 32 menit yang lalu Emiten Tambang Emas Panen Cuan di Tengah Harga yang Lesu Harga emas masih lesu, tetapi emiten tambang justru mencetak arus kas jumbo dan memperkuat fundamental bisnis
Market 47 menit yang lalu Harga CPO Ambles, tapi Catat Kenaikan Bulanan Harga CPO terkoreksi dan mengakhiri reli tiga pekan, tetapi masih mencatat kenaikan bulanan pertama dalam empat bulan
Tag Terpopuler
Terpopuler
Penulis : Indah Handayani 1 Aug 2026 | 08:00 WIB
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada serangkaian data ekonomi AS pekan depan, terutama laporan nonfarm payrolls (NFP) Juli yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.
Selain data tenaga kerja, investor juga akan mencermati laporan JOLTS, ADP Employment, ISM Manufacturing PMI, ISM Services PMI, serta klaim pengangguran mingguan.
Sejumlah analis memperkirakan harga emas masih akan bergerak dalam kisaran US$ 4.000 hingga US$ 4.200 per ons troi hingga muncul katalis baru dari data ekonomi maupun perkembangan geopolitik.
Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, peluang kenaikan suku bunga diperkirakan semakin mengecil sehingga dapat menjadi dorongan baru bagi harga emas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow