Harga Emas Bertahan pada Level US 4.000 Per Troy Ounce
Tingkat harga emas berhasil mempertahankan posisi strategis di kisaran US$ 4.000 per troy ounce pada Rabu, 5 Agustus 2026. Capaian ini mencerminkan kokohnya keyakinan pasar terhadap tren positif logam mulia, sebagaimana dilansir dari Investor Daily yang mengutip laporan Kitco News.
Direktur Strategi Investasi di abrdn, Robert Minter, menilai investor akan mulai mengalihkan fokus dari sikap agresif Federal Reserve terkait kenaikan suku bunga. Investor diperkirakan bakal lebih memperhatikan fundamental jangka panjang, seperti lonjakan utang pemerintah Serikat dan tingginya aksi beli emas oleh bank-bank sentral dunia.
Minter menegaskan bahwa pembatasan praktis pada tingkat suku bunga tetap ada meskipun kebijakan moneter terus diperketat.
"Kami terus memandang level harga emas di US$ 4.000 sebagai titik yang tepat untuk menambah posisi," ujar Robert Minter, Direktur Strategi Investasi di abrdn.
Penguatan harga emas juga dinilai terdukung oleh faktor struktural yang solid, di antaranya penurunan daya beli di berbagai negara maju dan tingginya utang pemerintah.
"Level $4.000 tampak sebagai posisi yang bagus untuk emas," kata Robert Minter, Direktur Strategi Investasi di abrdn.
Minter menambahkan bahwa koreksi harga yang sempat terjadi tidak mengubah arah aktivitas pembelian oleh bank sentral secara drastis.
"Utang yang lebih tinggi, serta terkikisnya daya beli di negara-negara maju utama. Setelah terjadinya penurunan harga emas yang kita lihat saat ini, apakah ada perubahan drastis dalam aktivitas pembelian oleh bank sentral? Tidak," ujar Robert Minter, Direktur Strategi Investasi di abrdn.
Bank-bank sentral dari berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Polandia, dilaporkan tetap aktif memperbanyak cadangan emas mereka di tengah dinamika pasar moneter.
"Ini bukanlah tren yang berbalik arah. Tren tersebut hanya menjadi fluktuatif akibat situasi yang terjadi pada pasar minyak," kata Robert Minter, Direktur Strategi Investasi di abrdn.
Minter juga melihat pergerakan suku bunga kini bukan lagi menjadi pemicu utama pergerakan harga emas karena ruang kenaikan suku bunga bank sentral makin terbatas. Meski lonjakan tajam harga minyak atau lonjakan drastis suku bunga berpotensi menekan harga emas, ia menilai probabilitas skenario tersebut relatif kecil. Fase konsolidasi di level US$ 4.000 dinilai sebagai kesempatan berharga untuk investasi jangka panjang selama akumulasi bank sentral dan peningkatan utang terus berlanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow