Harga Kontrak CPO di Bursa Malaysia Tergelincir pada Rabu

Smallest Font
Largest Font

Dilansir dari Investor Daily, harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup tergelincir pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, akibat tertekan pelemahan harga minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago serta penurunan ekspor minyak sawit Malaysia.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO pengiriman September melemah 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.648 ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Oktober turun 22 ringgit Malaysia menjadi 4.831 ringgit Malaysia per ton.

Kontrak November terkoreksi 15 ringgit Malaysia menjadi 4.958 ringgit Malaysia per ton dan kontrak Desember turun 7 ringgit Malaysia menjadi 5.065 ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Januari 2027 tergelincir 1 ringgit Malaysia menjadi 5.148 ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak Februari 2027 menguat 6 ringgit Malaysia menjadi 5.209 ringgit Malaysia per ton.

Sejumlah perusahaan survei kargo memperkirakan pengiriman minyak sawit Malaysia pada Agustus mengalami penurunan sebesar 6,5% hingga 14,9% dibanding bulan sebelumnya.

Persediaan minyak sawit Malaysia pada Juli dilaporkan meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan yang mencerminkan kondisi pasokan yang relatif melimpah di pasar.

Dari sisi permintaan, impor minyak sawit Uni Eropa untuk musim 2026/2027 yang dimulai pada Juli turun 21% secara tahunan, sementara permintaan dari India menghadapi tekanan karena penyuling lebih memilih minyak kedelai yang lebih murah.

Pelemahan ringgit Malaysia serta penguatan harga minyak mentah menjadi faktor yang menahan penurunan harga CPO lebih dalam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan potensi risiko El Nino.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed