Harga CPO Berpeluang Menguat akibat Ekspektasi Pengetatan Pasokan
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpeluang tetap menguat pada perdagangan pekan ini, seperti dilansir dari Investor Daily pada Senin (17/8/2026). Ekspektasi pengetatan pasokan mulai November 2026 menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga tersebut.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menjelaskan bahwa para pelaku pasar telah memperhitungkan potensi pengetatan pasokan secara agresif ke dalam harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives.
"Data utama yang perlu diperhatikan adalah angka ekspor periode 1-20 Agustus dan data produksi periode yang sama dari Southern Peninsular Palm Oil Millers’ Association (SPPOMA)," kata Sathia.
Pergerakan harga CPO pada perdagangan pekan lalu menunjukkan dinamika yang bervariasi secara mingguan. Kontrak CPO Agustus 2026 mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.528 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak September 2026 mengalami penurunan 30 Ringgit Malaysia menjadi 4.576 Ringgit Malaysia per ton.
Sebaliknya, penguatan signifikan terjadi pada kontrak pengiriman bulan-bulan berikutnya. Kontrak Oktober 2026 naik 33 Ringgit Malaysia ke posisi 4.710 Ringgit Malaysia per ton, lalu kontrak November 2026 menguat 72 Ringgit Malaysia menjadi 4.807 Ringgit Malaysia per ton. Tren kenaikan berlanjut pada kontrak Desember 2026 yang melonjak 94 Ringgit Malaysia menjadi 4.879 Ringgit Malaysia per ton, serta kontrak Januari 2027 yang naik 107 Ringgit Malaysia hingga menyentuh 4.936 Ringgit Malaysia per ton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow