Harga Bitcoin Turun Setelah Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan
Harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar US$ 77.683 setelah sempat mencapai level tertinggi selama tiga bulan di US$ 81.455. Level ini merupakan yang pertama kali disentuh sejak 15 Mei 2026, ketika harga sempat ditolak di US$ 82.800 dan kemudian turun hingga sekitar US$ 57.000, dilansir dari Investor Daily.
Struktur pasar secara keseluruhan masih menunjukkan kondisi konstruktif dengan harga emas naik 0,2% dan perak naik lebih dari 2% pada hari Jumat. Namun, kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 mengalami penurunan 0,3%, memperpanjang tren divergensi sejak pengumuman pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS pada 19 Agustus. Sejak pengumuman tersebut, harga Bitcoin naik sekitar 26%.
Pasar altcoin mengalami penurunan sejak tengah malam, dengan sebagian besar token turun antara 2% hingga 3% karena perhatian pasar lebih terfokus pada Bitcoin. Indeks Altcoin Season berada di level 34/100, yang menunjukkan dominasi Bitcoin di pasar kripto saat ini.
Dalam 24 jam terakhir, pasar berjangka kripto lebih banyak mengalami pergerakan harga daripada perubahan posisi baru. Indeks volatilitas tersirat 30 hari Bitcoin (BVIV) menurun ke 41%, melanjutkan penurunan dari level tertinggi baru-baru ini di angka 50%. Hal ini mencerminkan ekspektasi pelaku pasar bahwa pidato Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada hari Jumat tidak akan memicu guncangan pasar signifikan.
Di pasar opsi Deribit, opsi beli mendominasi volume perdagangan 24 jam terakhir, dengan opsi beli Bitcoin senilai US$ 85.000 yang berakhir pada 26 September menjadi yang paling aktif. Volume perdagangan opsi Ether juga menunjukkan kecenderungan pada opsi beli, menandakan sentimen bullish di kalangan pelaku pasar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow