Harga Bitcoin Menguat di Tengah Penurunan Volatilitas Pasar Kripto

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan pada perdagangan Rabu pagi di tengah pergerakan pasar yang cenderung stagnan. Kondisi ini membuat tingkat volatilitas aset kripto terbesar tersebut menyusut hingga menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data dari CoinMarketCap menunjukkan harga Bitcoin menguat 0,51% menjadi US$ 64.660 per koin, seperti dilansir dari Investor Daily.

Nilai tersebut setara sekitar Rp 1,15 miliar dengan nilai tukar Rp 17.819 per dolar AS. Kenaikan ini beriringan dengan peningkatan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 0,34% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,2 triliun. Indeks CoinDesk 20 turut terkerek 0,51%, sementara Ethereum (ETH) naik 0,39% ke US$ 1.916 dan Binance Coin (BNB) turun 0,26% ke US$ 603.

Rentang perdagangan Bitcoin kini menyempit setelah sebelumnya sempat melambung akibat sentimen kemenangan Donald Trump serta aksi aksi akuisisi aset kripto secara masif oleh sejumlah perusahaan. Pergerakan harga yang cenderung stabil ini memicu para trader beralih mencari peluang volatilitas di instrumen investasi lain.

"Bitcoin secara historis merupakan aset yang digerakkan investor ritel, begitu juga dengan seluruh pasar kripto. Kini pasar ritel mulai beralih ke saham, terutama saham berbasis kecerdasan buatan (AI), saham melalui blockchain dalam bentuk tokenisasi, serta pasar prediksi," kata Global Head of Trading B2C2 Edmond Goh. Edmond Goh menambahkan bahwa pendewasaan pasar aset digital dipicu oleh peningkatan partisipasi lembaga keuangan tradisional. Efisiensi pasar membaik berkat masuknya lebih banyak pemain, penerapan manajemen risiko yang lebih matang, serta adopsi aktivitas perdagangan frekuensi tinggi (HFT).

Penurunan volatilitas ini juga didorong oleh proses penurunan leverage di pasar secara menyeluruh. Indikator posisi open interest Bitcoin saat ini terpantau berada di sekitar level terendah sepanjang sejarah. Indikator volatilitas terealisasi 30 hari milik Bitcoin saat ini berada di angka 42% secara tahunan. Meskipun masih berada di atas indeks S&P 500 yang berada di angka 18%, selisih ini menjadi yang paling tipis dalam sejarah perkembangan pasar aset digital.

Pergerakan harga yang relatif tenang ini terjadi akibat adanya dinamika tarik-menarik antara tekanan jual dan aksi akumulasi investor. Kenaikan harga tertahan oleh aksi jual dari penambang serta perusahaan pemegang cadangan Bitcoin, sedangkan potensi penurunan harga diredam oleh konsistensi pembelian dari investor jangka panjang. "Penjualan dari perusahaan yang memiliki cadangan Bitcoin seperti Strategy dan MARA terus menciptakan batas atas pasokan.

Di sisi lain, leverage spekulatif telah sepenuhnya tersapu dalam beberapa bulan terakhir sehingga menghilangkan ancaman likuidasi berantai," ujar Managing Partner Monarq Asset Management Shiliang Tang. Shiliang Tang mengungkapkan bahwa data on-chain mencatat adanya aktivitas akumulasi yang terus dilakukan oleh pemilik dompet Bitcoin jangka panjang. Namun, baik pihak pembeli maupun penjual saat ini masih menahan diri dan belum memiliki dorongan kuat untuk mengarahkan harga ke satu tren spesifik.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed