Gubernur Maluku Utara Tegur Kepala SMAN 1 Halmahera Tengah
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegur Kepala SMA Negeri 1 Halmahera Tengah Abdul Kadir Talib akibat membiarkan fasilitas sekolah rusak pada Senin (27/7/2026). Teguran disampaikan saat peninjauan langsung ke sekolah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sherly menemukan sejumlah masalah kelayakan sarana prasarana, mulai dari ruang kelas yang kotor, lampu mati, toilet tidak berfungsi karena septic tank penuh, hingga papan tulis yang berlubang. Kondisi terabaikan ini dikeluhkan para siswa sudah berlangsung nyaris satu tahun.
Gubernur mempertanyakan lambatnya penanganan fasilitas mendasar tersebut padahal pihak sekolah mengelola anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp946 juta dari pemerintah pusat dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) Rp120 juta dari Pemprov.
Ketika memeriksa kondisi ruang kelas dan toilet siswa, Sherly langsung meminta penjelasan mengenai lampu yang padam dan toilet yang gelap.
"Lampu putus, belum diganti," kata Abdul Kadir.
Mengenai area toilet yang tidak dapat digunakan oleh para siswa, kepala sekolah memberikan alasannya kepada Gubernur.
"Ini septic tank-nya penuh Bu," kata Abdul Kadir.
Meskipun pihak sekolah berdalih bendahara telah membeli peralatan namun belum sempat dipasang, Sherly menegaskan perbaikan fasilitas dasar seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat memanfaatkan dana BOSP yang tersedia.
"Lampu hari ini saya pergi toko sebelah beli, 1 jam juga selesai. Bapak tunggu apa untuk pasang lampu?" ujar Sherly.
Ia menyoroti kelalaian dalam pemeliharaan sanitasi sekolah yang tidak perlu menunggu peninjauan pejabat daerah.
"Bapak tunggu apa baru kuras septic tank? Enggak butuh kehadiran Ibu Gubernur datang untuk septic tank dikuras. Tinggal telepon hari ini, besok jasa (kuras) septic tank datang. Pakai uang BOSP, bisa bayar itu nguras septic tank," ujar Sherly.
Sherly mengingatkan bahwa jajaran pengajar dan pimpinan sekolah wajib memiliki kepedulian tinggi serta bertanggung jawab menyelesaikan masalah fasilitas secara sigap, bukan sekadar menyusun laporan administrasi.
"Tugas Bapak di sini menyelesaikan masalah bukan mendiamkan masalah. Tolong kepeduliannya, 1 tahun ada 1 miliar di sekolah ini. Enggak wajar kalau enggak ada kipas angin, septic tank enggak bisa diberesin, lampu enggak ada, papan tulis bolong-bolong," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow