Elnusa dan PHR Zona 4 Terapkan Dual Completion di Adera Field
PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat kemitraan strategis dengan PHR Zona 4 melalui penerapan teknologi Dual Completion di Adera Field. Langkah ini diambil untuk mendukung agenda Pertamina dalam mendongkrak produksi migas nasional dan memperkokoh ketahanan energi Indonesia, dilansir dari Investor Daily.
Penerapan teknologi Dual Completion menjadi bagian dari strategi PHR Zona 4 dalam memaksimalkan potensi lapangan migas yang sudah masuk fase mature field. Inisiatif ini melengkapi langkah pengembangan lain seperti development drilling, step out drilling, serta optimalisasi reservoir demi meningkatkan efisiensi cadangan hidrokarbon.
Elnusa memberikan dukungan teknis melalui kapabilitas Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta operasional lapangan berstandar HSSE. Dukungan tersebut memastikan pekerjaan penyelesaian sumur berjalan tepat waktu, aman, dan sesuai standar operasional yang berlaku.
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menjelaskan bahwa kerja sama ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi operasional bernilai tambah bagi sektor hulu migas nasional.
"Keberhasilan implementasi Dual Completion bersama PHR Zona 4 merupakan bukti bahwa sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien. Kapabilitas Elnusa menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengoptimalkan pengembangan lapangan melalui sinergi dengan mitra strategis. Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kompetensi nasional mampu memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan operasi hulu migas Indonesia," ujar Andri dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).
Melalui skema Dual Completion pada sumur BNG-D14 di Adera Field, dua reservoir dapat diproduksi secara bersamaan lewat satu sumur tanpa perlu mengebor sumur baru pada tiap lapisan. Metode ini menaikkan efisiensi efisiensi pengembangan lapangan, menekan kebutuhan intervensi sumur, serta mengoptimalkan reservoir yang masih produktif.
Implementasi teknologi ini memberikan tambahan produksi sekitar 480 BOPD minyak dan 3,3 MMSCFD gas, melampaui target awal sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD. Penerapan teknologi serupa rencananya dilanjutkan pada sumur-sumur berikutnya, yaitu GNK-PD80 dan BNG-B7.
Andri menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini membuktikan pentingnya sinergi antara operator dan penyedia jasa energi dalam menciptakan operasional yang aman serta berkelanjutan.
"Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antar entitas Pertamina Group. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Elnusa akan terus mendukung PHR dan seluruh entitas Pertamina Group melalui layanan yang andal, inovatif, serta berorientasi pada operational excellence guna mendukung target produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia," tutup Andri.
Ke depan, Elnusa terus memperkuat sinergi dengan Pertamina Group lewat penyediaan layanan energi terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas serta mempercepat penerapan teknologi di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow