Destry Damayanti Dorong Bank Swasta Pacu Kredit Baru
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong bank swasta untuk mulai menciptakan ekspansi kredit baru guna meratakan penyaluran pembiayaan nasional, Rabu (26/8/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, dorongan ini disampaikan saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI, Jakarta.
Ekspansi kredit perbankan nasional tercatat tumbuh sebesar 13,58 persen secara year on year (yoy) pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian Juni 2026 yang sebesar 12,67 persen yoy, melampaui proyeksi tahunan BI di kisaran 8 hingga 12 persen.
Meski menunjukkan tren akselerasi yang kuat, lonjakan penyaluran pinjaman tersebut dinilai belum merata karena masih didominasi oleh kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Dan kalau kita lihat Pak, sekarang growth kita ini kan juga memang masih di-drive oleh bank-bank Himbara. Nah inilah yang kita ingin dorong supaya bank swasta juga mulai bisa menciptakan pertumbuhan kredit baru,” ujar Destry Damayanti, Calon Gubernur Bank Indonesia.
BI terus menyalurkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebagai salah satu penopang likuiditas bagi sektor perbankan. Hingga minggu pertama Agustus 2026, alokasi insentif yang disalurkan melalui instrumen ini telah mencapai Rp 446,5 triliun.
“Paling tidak dengan pertumbuhan bulan Juli kemarin, kredit tumbuh 13% lebih Pak, dan majority itu adalah Bank Himbara, sehingga kalau kita lihat, berarti ada dana KLM kita yang sebenarnya menjadi sumber juga untuk pertumbuhan kredit dari Bank Himbara tersebut,” kata Destry Damayanti, Calon Gubernur Bank Indonesia.
Pengembalian likuiditas melalui instrumen KLM tersebut tercatat memegang porsi hingga 6 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional.
“KLM ini, jadi kalau kita lihat, dengan kebijakan likuiditas makroprudensial kita yang totalnya adalah 6% dari DPK itu kita kembalikan kepada perbankan, per Agustus itu sudah ada 450-an triliun kembali dananya ke pemerintah, ke perbankan,” ujar Destry Damayanti, Calon Gubernur Bank Indonesia.
Selain ketimpangan antar-kelompok bank, penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga masih mencatatkan laju lambat sebesar 1,6 persen pada Juli 2026.
“Termasuk kalau untuk yang UMKM. UMKM memang tumbuh sangat kecil, 1,6% (per Juli 2026), tapi dia dari negatif, sebelumnya negatif,” katanya Destry Damayanti, Calon Gubernur Bank Indonesia.
Guna mengatasi hambatan pembiayaan inklusif, BI merancang mekanisme fleksibilitas pemenuhan rasio pembiayaan melalui penerbitan surat berharga antar-bank.
“Nah ini tentunya kami membuka satu ruang di mana mereka kemudian bisa semacam memberikan sertifikat, surat berharga yang kemudian bisa dibeli oleh bank lain, sehingga bank lain itu sudah memenuhi kewajiban mereka terkait dengan pemenuhan untuk rasio pembiayaan inklusif makroprudensial,” jelas Destry Damayanti, Calon Gubernur Bank Indonesia.
Tantangan penyaluran kredit nasional kini berfokus pada pengoptimalan plafon kredit yang belum ditarik (undisbursed loan), yang tercatat mencapai Rp 2.548 triliun atau setara 21,8 persen dari total plafon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow