Danantara Indonesia dan Latitude Energy Sepakati Proyek Gasifikasi Batu Bara
Kemandirian energi nasional mulai digarap melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia melalui PT Danantara Development Management Fund dan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Latitude Energy, pada Rabu (8/7/2026).
Kemitraan strategis ini bertujuan untuk menggarap proyek gasifikasi batu bara pertama di Indonesia, seperti dilansir dari Investor Daily. Langkah ini dilakukan guna memproduksi gas sintetis di dalam negeri sehingga dapat memangkas ketergantungan pada impor energi serta membuka jalan bagi pertumbuhan industri nasional.
Proyek tersebut bakal menerapkan teknologi Transport Integrated Gasification (TRIG™) milik Latitude Energy yang mampu mengonversi batu bara berkalori rendah menjadi gas sintetis secara efisien. Melalui teknologi ini, batu bara kalori rendah diubah secara kimiawi menjadi gas sintetis yang bisa diproses menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG, maupun bahan baku industri pupuk dan petrokimia.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS di Jakarta, Joy M. Sakurai, menegaskan bahwa hubungan dagang dan investasi kedua negara menyimpan potensi besar untuk masa depan.
"Teknologi energi maju Amerika Serikat dapat mendukung ketahanan energi, pertumbuhan industri, serta kemakmuran ekonomi jangka panjang bagi kedua negara," ujar Joy M. Sakurai, Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS di Jakarta.
Pernyataan tersebut didukung oleh CEO PT Danantara Development Management Fund, Sigit P. Santosa, yang menjelaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan strategi besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional melalui optimalisasi batu bara berkalori rendah (lignite) yang melimpah di Indonesia. Selama ini, lignite dinilai kurang ekonomis jika langsung dibakar karena efisiensi yang rendah dan emisi yang tinggi.
Pihak Latitude Energy sendiri berkomitmen memberikan dukungan manajemen, keahlian teknis, dan investasi jangka panjang untuk membangun platform gasifikasi ini, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai batu loncatan ekspansi ke Asia Tenggara.
"Kemitraan ini menggabungkan sumber daya domestik Indonesia yang melimpah dengan teknologi TRIG™ milik Latitude, teknologi gasifikasi paling maju di dunia. Kami berkomitmen membangun kapasitas lokal dan menciptakan nilai jangka panjang bagi industri hilir. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari kedaulatan energi Indonesia," ungkap Jacob Thomas, President & CEO Latitude Energy Holdings Inc.
Kerja sama sektor swasta ini diharapkan menjadi solusi jitu dalam mengurangi beban impor, menekan emisi karbon lewat teknologi yang lebih bersih, serta mengamankan kedaulatan energi nasional di kawasan Indo Pasifik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow