Bunga BI Naik Jadi 5,75 Persen Pengaruhi Sektor Usaha
Fluktuasi nilai tukar rupiah dan tekanan ekonomi global berdampak besar pada penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate. Seperti dikutip dari Investor Daily, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin hingga mencapai level 5,75 persen dalam jangka waktu satu bulan.
Tren kenaikan suku bunga acuan ini memicu pelaku usaha untuk mengambil langkah lebih berhati-hati. Sebagian besar pengusaha cenderung menahan atau membatasi rencana ekspansi bisnis mereka di tengah kondisi pasar saat ini.
Penetapan tingkat BI-Rate tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko global. Beban perekonomian internasional saat ini dipicu oleh gejolak harga minyak dunia, konflik geopolitik yang memanas, serta tekanan pada neraca eksternal.
Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat mencatatkan penguatan sebesar 188 poin atau 1,03 persen. Rupiah bergerak dari level Rp 18.109 menjadi Rp 17.921 per dolar AS sepanjang periode 13 Juli hingga 17 Juli 2026.
Meskipun mengalami penguatan, posisi rupiah tersebut masih berada di bawah target asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 16.500 per dolar AS. Perbedaan angka ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar belum melihat stabilisasi nilai tukar terjadi secara permanen.
Di sisi lain, tingkat inflasi nasional dilaporkan masih berada dalam kisaran sasaran yang ditentukan Bank Indonesia. Kondisi inflasi yang terjaga ini belum memberikan dorongan yang bersifat mendesak bagi otoritas moneter untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow