BRIN Kaji Penggunaan Pati Singkong untuk Pemadam Karhutla

Smallest Font
Largest Font

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan kajian mendalam terkait efektivitas penggunaan bahan berbasis pati singkong serta material kimia lainnya untuk membantu teknologi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dilansir dari Detikcom pada Kamis (27/8/2026).

Kepala BRIN Prof Arif Satria menyampaikan penegasan tersebut dalam acara BRIN Goes To Industry 6 di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Sarwono Prawirohardjo BRIN, Jakarta. Riset difokuskan pada uji efektivitas serta penentuan komponen pendukung untuk penggunaan skala besar.

"Ternyata BRIN sudah melakukan kajian bahwa singkong memungkinkan itu menjadi pemadam. Tapi bagaimana? Untuk skala besar, komponennya apa saja, ini sekarang sudah dilakukan riset, track rate hal ini," tutur Arif Satria, Kepala BRIN.

Pihak BRIN juga membuka peluang pemanfaatan bahan alami lain selain pati singkong selama memiliki karakteristik zat kimia serupa. Peneliti kimia molekuler sedang mendalami potensi tersebut agar dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

"Pada prinsipnya, karakteristik zat kimia yang mirip dengan pati, pada prinsipnya bisa," jelas Arif Satria, Kepala BRIN.

Eksperimen terus digencarkan untuk mengukur tingkat efektivitas bahan alternatif di luar pati singkong. Penelitian ini mencari terobosan baru dalam penanganan bencana karhutla.

"Tinggal efektivitasnya (penggunaan bahan selain pati singkong), makanya sekarang sedang dilakukan riset untuk itu. Mencari produk alternatif selain singkong apalagi. Itu tim ini sedang bekerja," beber Arif Satria, Kepala BRIN.

Kajian mendalam mencakup formulasi racikan kimia molekuler yang tepat agar daya padam tepung alami tersebut mencapai tingkat efisiensi maksimal saat diaplikasikan.

"Iya (bahan selain pati singkong dengan karakteristik sama bisa digunakan). Berarti kan itu butuh campuran apalagi dan itu orang-orang yang bergerak di bidang, para peneliti bergerak di bidang kimia molekuler yang sedang mengerjakan itu," imbuh Arif Satria, Kepala BRIN.

Secara teknis, pati singkong mengandung struktur polisakarida dan karbohidrat kompleks kaya gugus hidroksil yang dapat dimodifikasi secara kimia. Struktur ini diatur agar memiliki kestabilan retensi air serta daya rekat tinggi pada vegetasi yang terbakar.

Formula pemadam berbasis pati singkong dikombinasikan bersama komponen tambahan seperti ammonium polyphosphate (APP), air, serta wetting agent konsentrasi rendah demi membentuk lapisan pelindung.

"Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar, pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi," papar Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN.

Penggunaan wetting agent membantu cairan menembus vegetasi lebih dalam, sementara material APP bekerja meredam api secara kimiawi saat menerima paparan panas tinggi.

"Sementara, wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retarsasi kimia ketika material menerima panas," sambung Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN.

Proses pemanasan APP memicu pembentukan pembatas karbon padat (char) dari reaksi senyawa pati singkong. Lapisan char membatasi pasokan oksigen ke bahan bakar sehingga perambatan api terhenti.

"Teknologi ini tidak bekerja dengan 'menghilangkan oksigen' dari atmosfer. Mekanisme utamanya adalah pendinginan, peningkatan pembasahan dan retensi cairan, serta perubahan jalur dekomposisi termal bahan bakar vegetasi, sehingga laju perambatan api berpotensi ditekan," kata Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed