BRICS Pangkas Transaksi Dolar AS hingga Sisa 35 Persen

Smallest Font
Largest Font

Aliansi BRICS mencatat penggunaan mata uang lokal mencapai 65 persen dalam transaksi perdagangan lintas batas antarnegara anggota. Kebijakan dedolarisasi yang digencarkan sejak 2022 ini menyisakan porsi transaksi berbasis dolar AS sebesar 35 persen.

Perubahan struktur pembayaran tersebut bertujuan menekan pengeluaran biaya transaksi kegiatan ekspor maupun impor antarnegara. Langkah strategi ini dilaporkan oleh Watcher Guru dari EuroSchool India pada Sabtu (22/8/2026).

Direktur Pranan Consulting Pradip Dhir memberikan penjelasan mengenai penurunan drastis porsi penggunaan dolar AS dalam aliansi tersebut.

"Aliansi BRICS telah menggunakan dolar AS hanya untuk 35% perdagangan lintas batas, sementara 65% transaksi lainnya dilakukan menggunakan mata uang lokal," kata Direktur Pranan Consulting Pradip Dhir.

Penggunaan mata uang lokal tampak menonjol pada perdagangan bilateral antara China dan Rusia. Kedua negara secara intensif memanfaatkan yuan serta rubel untuk penyelesaian transaksi energi dan komoditas.

India menerapkan kombinasi mata uang rupee, rubel, dan dirham dalam beberapa transaksi perdagangan. Di sisi lain, Iran yang berada di bawah sanksi ekonomi AS makin bergantung pada transaksi berbasis yuan China.

Perluasan penggunaan mata uang lokal juga merambah sektor transaksi perdagangan energi. Arab Saudi dilaporkan mulai menerima pembayaran dalam bentuk yuan untuk penjualan minyak kepada pihak China.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed