BPS Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi sebesar 0,14 persen pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi mencapai 2,88 persen, menurut data resmi BPS. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (3/8), bahwa deflasi pada Juli 2026 berbeda dengan inflasi yang terjadi pada bulan sebelumnya dan Juli 2025.

Ateng menjelaskan bahwa inflasi tahun kalender hingga Juli 2026 sebesar 1,65 persen. Deflasi terbesar bulan ini berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 0,89 persen, berkontribusi pada deflasi 0,26 persen.

Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,25 persen dengan andil 0,05 persen, didominasi oleh kenaikan harga bensin. Sementara itu, komponen harga bergejolak turun 1,68 persen dengan andil deflasi 0,28 persen, yang dipengaruhi oleh harga bawang merah, cabai, telur ayam ras, tomat, jeruk, semangka, dan sawi hijau.

"Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,14 persen dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah biaya sekolah dasar, sepeda motor, pelumas/oli mesin, biaya taman kanak-kanak, telepon seluler dan bimbingan belajar," ujar Ateng. Ateng juga mencatat bahwa 27 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 11 provinsi lainnya mengalami inflasi. Deflasi terendah terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,37 persen, sedangkan inflasi tertinggi tercatat di Kalimantan Barat sebesar 0,38 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed