BP BUMN, Pertamina dan BPK perkuat ketahanan energi nasional
BP BUMN bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat koordinasi untuk menjaga ketahanan energi melalui penguatan rantai pasok BBM dan keandalan distribusi di seluruh Indonesia, sementara BPK menyiapkan audit tematik ketahanan energi berbasis ekosistem pada Semester II Tahun 2026. Dalam pertemuan di Rabu 5 Agustus 2026, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bertemu jajaran Direksi Pertamina guna membahas langkah strategis menjaga keamanan pasokan dan memastikan distribusi energi tetap andal. Ketahanan energi diposisikan sebagai fondasi pembangunan nasional, dengan jaringan distribusi Pertamina yang menjangkau seluruh Indonesia untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat, industri, dan sektor strategis.
Untuk mendukung operasional di tingkat wilayah, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menekankan pentingnya koordinasi, komunikasi, dan mitigasi risiko saat meninjau Fuel Terminal (FT) Ujung Berung di Bandung.
Menurut Oki, tantangan di lapangan perlu direspons cepat melalui kolaborasi antar fungsi agar operasional tetap aman, andal, dan berkelanjutan. "Kalau ada persoalan serupa, mohon segera disampaikan kepada kami. Yang terpenting kita semua tetap waspada terhadap potensi masalah seperti itu. Mari kita bersama-sama mengambil langkah antisipasi sejak dini," beber Oki Muraza.
Di lokasi yang sama, Oki meninjau kesiapan operasional serta keandalan infrastruktur distribusi energi, termasuk pengelolaan Awak Mobil Tangki (AMT), dalam diskusi bersama manajemen dan pekerja FT Ujung Berung. Oki juga menyampaikan upaya mengurangi ketergantungan impor melalui peningkatan kapasitas kilang, pengembangan biofuel, dan optimalisasi sumber daya dalam negeri, termasuk pemanfaatan used cooking oil, pengembangan bioetanol berbasis produk samping pabrik gula, pembangunan fasilitas bioetanol baru, serta reaktivasi pabrik bioetanol di Lampung.
"Saya mengapresiasi seluruh tim yang telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional dan terus memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan andal," kata Oki Muraza. Pjs Region Manager Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Barat (JBB) Rifa Amrullah menyatakan stok seluruh produk di Region JBB berada dalam kondisi aman, termasuk di Fuel Terminal Ujung Berung, serta pola suplai dan distribusi terus dipastikan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. "Kami terus memastikan keandalan pola suplai dan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat di wilayah JBB dapat terpenuhi dengan baik," ucap Rifa Amrullah.
Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan ketahanan energi sebagai fokus pemeriksaan tematik nasional pada Semester II Tahun 2026. Ketua BPK Isma Yatun menyebut energi sebagai fondasi pembangunan nasional dan menyatakan audit berbasis ekosistem menilai rantai nilai sektor energi dari hulu hingga hilir.
"BPK tidak hanya ingin mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami akar permasalahan, risiko yang berkembang, serta perbaikan yang diperlukan agar sistem ketahanan energi bekerja lebih efektif," ujar Isma Yatun. BPK menggelar Pra Rakor dan Rakor pada 29–30 Juli 2026, melibatkan pemangku kepentingan strategis seperti Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Menteri PPN/Kepala Bappenas, CEO BPI Danantara, Kepala BRIN, jajaran PT PLN, SKK Migas, Dewan Energi Nasional, Kementerian ESDM, Pertamina, hingga berbagai institusi lain dalam ekosistem energi nasional. "BPK hadir untuk memastikan kebijakan, program, anggaran, dan sumber daya negara dikelola secara akuntabel, efisien, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi rakyat," tegas Budi Prijono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow