BMKG Memprediksi Puncak Musim Kemarau Berlangsung Hingga September 2026

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Agustus hingga September 2026, meski beberapa wilayah seperti Kediri sempat mengalami hujan lokal akibat gelombang atmosfer.

Kondisi kemarau tahun ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. BMKG menyebutkan bahwa curah hujan di wilayah selatan Indonesia diprediksi berada di bawah normal hingga awal Oktober.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan bahwa beberapa wilayah utama berisiko tinggi mengalami dampak kekeringan dan kebakaran hutan selama periode puncak kemarau.

"Wilayah dengan potensi kekeringan tertinggi pada puncak kemarau Agustus-September 2026 adalah sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sulawesi bagian selatan. Daerah-daerah ini diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal hingga awal Oktober sebelum hujan mulai kembali masuk," kata Sekretaris Utama BMKG Guswanto, Jumat (31/7/2026).

Wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi area yang rentan terdampak krisis air bersih dan karhutla. Sementara itu, wilayah seperti Sumatera Utara, Aceh, dan pesisir Riau memiliki risiko kekeringan yang lebih rendah.

"Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Awal musim hujan mulai masuk pada Oktober di sebagian wilayah barat Indonesia dan akan meluas pada November," ujar Guswanto.

Di tingkat daerah, fenomena cuaca sempat memicu hujan lokal di Kediri meskipun berada pada musim kering. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri Satria memaparkan penyebab hujan tersebut.

"Bahkan, Agustus prediksinya kemarau masih berlanjut," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Dhoho Kediri Satria, Selasa (28/7/2026).

Satria menyampaikan bahwa munculnya fenomena gelombang ekuator Kelvin dan Rossby memicu terbentuknya awan hujan berdurasi singkat secara lokal.

"Setelah tanggal 30 (Juli 2026), kondisi cuaca akan kembali normal seperti musim kemarau pada umumnya," kata Satria.

Penjelasan mengenai hujan di tengah musim kering tersebut kembali dipertegas oleh BMKG untuk meluruskan anggapan masyarakat.

"Prediksi kami menunjukkan musim kemarau masih berlanjut sampai Agustus. Jadi hujan yang terjadi saat ini bukan pertanda musim kemarau telah selesai," ujar Satria, Rabu (29/7/2026).

Masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi angin kencang serta menjaga ketersediaan air bersih selama puncak kemarau berlangsung.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed