Bank Mandiri Raih Laba Rp 30 Triliun Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 24 persen secara tahunan menjadi Rp 30,4 triliun pada semester I-2026. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang solid serta efisiensi beban operasional perseroan, dilansir dari Investor Daily pada Selasa (28/7/2026).

Pada kuartal II-2026 saja, perseroan mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 15 triliun, atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut melampaui estimasi awal para analis pasar modal.

Hasil kinerja keuangan perseroan ini terutama ditopang oleh tingginya pendapatan berbasis komisi, penurunan beban operasional, serta penurunan beban pencadangan. Faktor-faktor tersebut berhasil mengimbangi tekanan terhadap margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia memberikan penilaian terhadap realisasi kinerja keuangan perseroan dalam hasil risetnya.

"Realisasi tersebut telah mencapai 53% dari estimasi kami maupun konsensus pasar untuk tahun 2026, sehingga sedikit melampaui ekspektasi," tulis Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia.

Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh sebesar 19 persen dengan kualitas aset yang terjaga. Kondisi tersebut menjaga biaya kredit atau cost of credit (CoC) stabil pada kisaran 60 basis poin, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) bertahan di level 0,98 persen.

Di sisi lain, rasio kredit berisiko atau loan at risk (LaR) mengalami perbaikan menjadi 5,83 persen, turun 19 basis poin jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) stabil di level 0,98%," sebut Victor Stefano.

Manajemen Bank Mandiri tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit tahun 2026 sebesar 7-9 persen, dengan perkiraan CoC pada level 0,6-0,8 persen. Namun, proyeksi NIM direvisi turun menjadi 4,3-4,5 persen akibat tekanan pada imbal hasil kredit.

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham BMRI pada area harga Rp 4.090-4.160. Target harga perdagangan harian ditetapkan pada level Rp 4.190.

"Waspada jika harga menembus Rp 4.090. Stop loss di level Rp 3.990," tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya.

BRI Danareksa Sekuritas mematok target harga jangka panjang saham BMRI sebesar Rp 6.200 per lembar saham dengan mempertahankan rekomendasi beli.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed