Laba Bank Mandiri Merekor Rp 30,4 Triliun Pada Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 30,4 triliun pada semester I-2026. Capaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 24,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh kenaikan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar 19,9 persen. Dari segi portofolio, total penyaluran kredit Bank Mandiri telah menembus Rp 1.677 triliun, tumbuh 19,2 persen secara tahunan (yoy) dan naik 3,9 persen secara kuartalan (qoq).

Meskipun penghimpunan dana murah (CASA) masih mendominasi dengan rasio 69,2 persen, lonjakan pertumbuhan deposito berjangka dan penyesuaian bunga simpanan memicu peningkatan biaya dana. Hal tersebut memberikan dampak pada pengetatan margin bunga bersih (NIM) konsolidasi yang tercatat di level 4,56 persen.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menyatakan bahwa penguatan pendapatan non-bunga serta pengelolaan beban secara terukur menjadi pilar penting bagi emiten perbankan tersebut.

"Pertumbuhan kredit BMRI terutama didorong segmen korporasi dan komersial. Namun, komposisi kredit yang lebih banyak berasal dari segmen skala besar (wholesale) memberikan tekanan terhadap imbal hasil kredit," tulis Liza dalam risetnya pada Minggu (16/8/2026).

Pergeseran struktur penyaluran dana ke skala besar tersebut pada akhirnya memicu penurunan tingkat pengembalian hasil pinjaman secara keseluruhan.

"Dengan demikian, meskipun pertumbuhan kredit dan laba masih kuat, biaya pendanaan menjadi salah satu titik tekanan utama bagi profitabilitas BMRI," jelas Liza.

Atas dinamika kinerja tersebut, Kiwoom Sekuritas menetapkan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga 12 bulan mencapai Rp 5.400 per lembar saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan harga hingga 29,5 persen dari posisi penutupan terakhir, setara dengan proyeksi Price to Book Value (P/BV) 1,5 kali untuk tahun 2026.

Sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai mencakup tekanan margin bunga bersih yang berkepanjangan, ketatnya likuiditas, melambatnya ekspansi kredit, serta penurunan kualitas aset di sektor retail. Adapun data Stockbit Sekuritas mencatat rasio Price to Earnings (PE) trailing twelve months (TTM) saham BMRI berada di level 6,2 kali.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed