Laba Bersih Bank Mandiri Melonjak 33 Persen Pada Kuartal II 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 15 triliun pada kuartal II-2026 atau melonjak 33 persen secara tahunan (yoy), sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (27/7/2026). Capaian tersebut ditopang oleh kuatnya pendapatan berbasis komisi, penurunan beban operasional, serta lebih rendahnya beban pencadangan.

Secara kumulatif, perolehan laba bersih BMRI sepanjang semester I-2026 telah menyentuh angka Rp 30,4 triliun atau naik 24 persen yoy. Hasil kinerja keuangan ini berhasil mengimbangi tekanan terhadap margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perusahaan.

Hasil kinerja tersebut dinilai melampaui proyeksi yang telah dibuat oleh para analis maupun konsensus pasar.

"Realisasi tersebut telah mencapai 53% dari estimasi kami maupun konsensus pasar untuk tahun 2026, sehingga sedikit melampaui ekspektasi," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia dalam risetnya.

Tekanan pada NIM entitas utama (bank only) mencatatkan penurunan 23 basis poin (bps) menjadi 4,21 persen dibanding kuartal sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh penurunan imbal hasil kredit sebesar 20 bps dan peningkatan biaya dana (cost of funds/CoF) sebesar 12 bps.

"Manajemen BMRI menjelaskan bahwa tekanan terhadap imbal hasil kredit terutama berasal dari penyaluran baru kredit korporasi kepada pihak berelasi. Kredit tersebut memberikan imbal hasil sekitar 120 bps lebih rendah dibandingkan portofolio kredit korporasi reguler," ungkap Victor.

Di sisi lain, pendapatan non-bunga tumbuh 33 persen yoy yang disokong pendapatan berulang maupun tidak berulang. Kredit perseroan tumbuh solid sebesar 19 persen dengan beban pencadangan yang turun 2 persen dibanding kuartal sebelumnya, sehingga biaya kredit (cost of credit/CoC) stabil di kisaran 60 bps.

"Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) stabil di level 0,98%," sebut dia.

Adapun rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR) membaik ke posisi 5,83 persen atau turun 19 bps dibanding kuartal sebelumnya. Manajemen perseroan mempertahankan panduan pertumbuhan kredit 2026 di angka 7-9 persen, CoC 0,6-0,8 persen, dan CIR 40-41 persen, tetapi merevisi panduan NIM menjadi 4,3-4,5 persen akibat tekanan imbal hasil kredit.

BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga dipatok Rp 6.200 per saham. Penetapan target harga ini menggunakan pendekatan inverse cost of equity lima tahun sebesar 11,6 persen serta asumsi pertumbuhan jangka panjang sebesar 3 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed