Bank Jago Catat 3.6 Juta Pengguna Terhubung Platform Bibit dan Stockbit
PT Bank Jago Tbk mencatatkan sebanyak 3,6 juta pengguna telah terhubung dengan platform investasi Bibit dan Stockbit sejak lima tahun terakhir hingga Juli 2026. Capaian ini disampaikan dalam perayaan lima tahun kolaborasi ketiga pihak di Jakarta pada Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Integrasi layanan ini juga mencatat hampir 2 juta pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago terhubung dengan Bibit dan Stockbit. Berdasarkan portofolio nasabah, instrumen investasi didominasi oleh saham sebesar 48,4 persen, reksa dana 38,6 persen, dan obligasi 13 persen. Dari sisi volume transaksi, saham memegang porsi terbesar hingga 88 persen, diikuti reksa dana 11,9 persen, serta sisanya obligasi.
Kemitraan strategis ini dinilai memperluas akses masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan pasar modal secara digital.
"Perjalanan bersama Bibit dan Stockbit menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan strategis yang dilakukan Bank Jago. Kolaborasi ini telah membantu lebih banyak masyarakat memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi secara digital," kata Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati.
Pertumbuhan pengguna platform digital ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah investor ritel secara nasional yang dicatat Bursa Efek Indonesia, yakni mendekati 30 juta investor hingga akhir semester I-2026.
"Investasi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, dalam rangka memiliki kesehatan finansial dan masa depan yang lebih baik. Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan," kata Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William.
Saat ini layanan Bibit dan Stockbit tercatat menjangkau lebih dari 10 juta pengguna, dengan komposisi hampir 90 persen di antaranya merupakan generasi milenial dan Gen Z.
"Kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu. Fitur Nabung Rutin hasil kolaborasi dengan Bank Jago juga terbukti membantu masyarakat Indonesia membangun disiplin berinvestasi," ujar William.
Untuk mendukung kebutuhan nasabah, Bank Jago telah menyediakan tampilan portofolio investasi terintegrasi yang terkoneksi langsung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di dalam aplikasinya.
"Selain reksadana, saham, dan obligasi yang tersedia saat ini, kami terus melihat potensi pengembangan pilihan investasi lainnya di masa depan sejalan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan digital," kata Nyoman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow