Bank Indonesia Terapkan Strategi Seimbang Jaga Stabilitas dan Kredit
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memaparkan strategi bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dalam konferensi pers virtual pada Rabu (19/8/2026).
Langkah ini diambil guna memitigasi dampak tekanan ekonomi eksternal, seperti tingginya suku bunga, inflasi, dan yield Treasury di Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
"Ini tentunya akan memberikan dampak kepada perekonomian kita. Oleh karena itu, kita memang mengedepankan stabilitas pada saat ini, karena kita melihat tekanan itu belum mereda dari global," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
BI mulai mengombinasikan kebijakan pemeliharaan stabilitas dengan dorongan pada pertumbuhan ekonomi nasional secara proporsional.
"Kita kan coba balance, even kita mempertahankan stabilitas tapi juga pertumbuhan itu menjadi mandat kita. Jadi kita menciptakanlah suatu kebijakan-kebijakan, mungkin kebijakannya ini (disebut) inovatif, ya," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
Untuk menjaga stabilitas, BI mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75% pada Juli dan Agustus 2026 setelah penaikan kumulatif 100 basis poin pada Mei-Juni 2026. BI juga memberikan insentif hedging swap 12,5% untuk investor asing demi mendorong arus modal masuk yang tercatat mencapai US$ 1,8 miliar hingga 14 Agustus 2026.
"Karena tentunya kita gak ingin SRBI rate kita ini mengalami peningkatan, sehingga kalau kita lihat dalam dua minggu terakhir ini suku bunga SRBI atau yield SRBI terus mengalami penurunan, namun demikian inflow tetap masuk," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
Di samping itu, BI berkoordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (TPIPS) guna menekan angka inflasi barang dan membatasi risiko imported inflation.
"Jadi kita mencoba rupiah bisa stabil dan mengalami penguatan, kita juga memperhatikan dampak dari imported inflation yang tentu menjadi perhatian kami untuk bisa kita batasi dampaknya," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
Dari sisi pertumbuhan, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 13,58% (yoy) pada Juli 2026, naik dari 12,67% (yoy) pada Juni 2026.
"Kita bersyukur kredit di bulan Juli ini masih bisa tumbuh dengan kuat yaitu di atas 13%. Dan momentum ini yang akan terus kita jaga ke depannya," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
Guna menjaga kecukupan likuiditas perbankan, BI mengimplementasikan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bernilai Rp 446,5 triliun.
"Jadi stabilitas akan tetap kami jaga, tetapi untuk pertumbuhan kita menggunakan kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM)," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow