Bahrain dan Kuwait Serang Iran dengan Jet Tempur
Bahrain dan Kuwait secara diam-diam mengerahkan jet tempur untuk menyerang beberapa target di Iran sebagai tindakan balasan atas serangan Iran ke fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah Teluk, dilaporkan pada Juli 2026. Serangan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, serta situs militer lainnya, menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Jerusalem Post. Meskipun angkatan udara Bahrain dan Kuwait relatif kecil dan menggunakan pesawat dari Amerika Serikat dan Eropa, kedua negara menolak membiarkan Iran terus menyerang tanpa balasan, kata sumber kepada Wall Street Journal.
Uni Emirat Arab memberikan dukungan intelijen dan perlindungan udara dalam serangan tersebut, menunjukkan kerja sama Arab melawan Iran, sementara Arab Saudi mempertimbangkan kembali posisinya setelah terlibat di tahap awal perang.
Pada awal pekan sebelumnya, Iran melancarkan serangan ke fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke beberapa kota di Iran, yang menyebabkan ketegangan meningkat di kawasan Teluk. Namun, Iran sempat menghentikan serangannya selama dua hari setelah Presiden Donald Trump memberikan isyarat kelanjutan negosiasi.
Menanggapi laporan serangan tersebut, Duta Besar Kuwait untuk AS, Sheikha Al-Zain Al-Sabah, membantah keterlibatan Kuwait dalam operasi militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa Kuwait tidak pernah mengizinkan wilayah darat maupun udara untuk serangan ofensif terhadap negara lain. Al-Sabah menegaskan kebijakan Kuwait selalu menyerukan ketenangan dan stabilitas kawasan serta menolak keterlibatan dalam konflik militer, berdasarkan penghormatan hukum internasional dan penyelesaian sengketa melalui diplomasi.
Selain itu, tujuh negara termasuk enam anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Yordania mengecam serangan Iran yang telah berlangsung sejak Februari 2026 dan menilai hal itu melanggar hukum internasional dan ancaman bagi keamanan regional. Mereka menyatakan memiliki hak membela diri secara individu maupun kolektif sesuai Pasal 51 Piagam PBB dan mendesak Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk menghentikan serangan Iran serta mengakui hak pertahanan negara terdampak. Ketujuh negara juga menghargai keputusan Irak untuk membatasi kepemilikan senjata guna mengendalikan aktivitas milisi pro-Iran dan menegaskan komitmen menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb demi stabilitas kawasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow